Ditahan, Joko Driyono Masih Diperiksa Secara Maraton

Reporter

Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono mengenakan baju tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa dini hari, 26 Maret 2019. Joko Driyono diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang saat ini sedang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono yang telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

"Tadi pagi sampai sekarang masih diperiksa," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Selasa, 26 Maret 2019.

Baca: Pengacara Hukum Menilai Penahanan Joko Driyono Tak Patut

Joko Driyono, tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor telah ditahan sejak Senin malam, 25 Maret kemarin. Argo mengatakan penahanan Joko atas pertimbangan dari Satgas Antimafia Bola.

Setelah ditetapkan ditahan, Tim Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya telah memeriksa tersangka. Setelah dinyatakan sehat, tersangka dipinjam untuk kembali diperiksa. "Kondisi yang bersangkutan sehat. Saat tidanya tadi pagi juga bisa menjawab dengan normal sesuai pertanyaan penyidik," kata Argo.

Argo menjelaskan polisi juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan Jokdri seperti tempat untuk ibadah dan menyediakan makanan setiap hari. "Semua kami berikan kepada tahanan meski masih dalam pemeriksaan," ujarnya.

Baca: Alasan Joko Driyono Sempat Mangkir dari Dua Panggilan Polisi

Dalam kasus perusakan barang bukti, Jokdri disangka mencuri lantaran menyuruh orang memasuki lokasi yang telah diberi garis polisi. Jokdri juga diduga ada keterlibatan terkait dengan pengaturan skor yang saat ini sedang diselidiki. "Masih dalam pemeriksaan saksi yang lain apakah ada kaitannya terlibat atau tidak. Tapi semua kemungkinan bisa terjadi," kata Argo.

Joko Driyono disangkakan pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.






5 Fakta Pembunuhan Berencana oleh Rudolf Tobing terhadap Icha

13 jam lalu

5 Fakta Pembunuhan Berencana oleh Rudolf Tobing terhadap Icha

Rudolf Tobing melakukan pembunuhan berencana terhadap Icha pada 17 Oktober 2022 sekitar pukul 21.30 WIB. Mayat Icha kemudian dibuang di pinggir jalan.


Daftar 4 Gerai Sim Keliling di Jakarta Kamis Hari Ini

17 jam lalu

Daftar 4 Gerai Sim Keliling di Jakarta Kamis Hari Ini

Polda Metro Jaya menyiapkan lima gerai layanan SIM Keliling bagi masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM).


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

18 jam lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

1 hari lalu

Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

Seorang perempuan berambut pendek dihadirkan untuk perankan Icha, korban pembunuhan berencana yang dilakukan Rudolf Tobing.


Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

1 hari lalu

Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

Polda Metro Jaya perketat pengunjung, namun tidak mengurangi pelayanan usai bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Rabu pagi tadi.


Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

1 hari lalu

Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

Rudolf Tobing terlihat kooperatif dan mengikuti adegan yang diarahkan oleh polisi. Sesekali dia mengoreksi bagaimana adegan yang sebenarnya.


Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

1 hari lalu

Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

Polisi gelar 26 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Rudolf Tobing.


Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

1 hari lalu

Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

Polda Metro Jaya menunggu penyusunan laporan akhir kasus kematian satu keluarga di Kalideres dari sejumlah departemen, termasuk kedokteran forensik.


Polisi Esok Rilis Penyebab Satu Keluarga Meninggal: Sisi Patologi Anatomi hingga Sosiologi Agama

1 hari lalu

Polisi Esok Rilis Penyebab Satu Keluarga Meninggal: Sisi Patologi Anatomi hingga Sosiologi Agama

Ada temuan dari tim psikolog forensik dan kesesuaian dengan kedokteran forensik dalam kasus satu keluarga meninggal di satu rumah di Kalideres.


Penipuan Bermodus Pesan Singkat Pemberitahuan Kiriman Paket, Retas Ponsel

2 hari lalu

Penipuan Bermodus Pesan Singkat Pemberitahuan Kiriman Paket, Retas Ponsel

Polda Metro Jaya meminta kepada korban penipuan bermodus pesan singkat pemberitahuan kiriman paket untuk segera melapor ke pihak berwajib.