Debat Capres Bersamaan Earth Hour, DKI: Tahun Ini Tidak Wajib

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DKI Jakarta kembali berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour yang berlangsung pada Sabtu, 25 Maret 2018, pukul 20.30-21.30. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warganya untuk turut mematikan lampu. MARIA FRANSISCA

    DKI Jakarta kembali berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour yang berlangsung pada Sabtu, 25 Maret 2018, pukul 20.30-21.30. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warganya untuk turut mematikan lampu. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mewajibkan masyarakat untuk memadamkan lampu saat Earth Hour 2019 karena bertepatan dengan debat capres pada Sabtu, 30 Maret 2019.

    Baca: Pengamat Sarankan Anies Baswedan Wajibkan Earth Hour di DKI

    Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Lingkungan Hidup Yuli Hartono mengatakan, pemerintah daerah tak mewajibkan warga Ibu Kota mematikan lampu saat Earth Hour pada Sabtu, 30 Maret nanti. Sebab, pemda tak mau mengganggu warga menyaksikan perhelatan debat calon presiden dan wakil presiden.

    "Kalau sekarang kan lagi hajatan 5 tahunan pemilu. Jangan sampai kita mengganggu acara mereka," kata Yuli di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Maret 2019.

    Menurut Yuli, tahun-tahun sebelumnya pemda mewajibkan warga Jakarta turut serta dalam Earth Hour dengan mematikan lampu selama 60 menit. Namun, tahun ini berbeda lantaran perayaan Earth Hour bersamaan dengan debat calon presiden dan wakil presiden.

    Sebagai gantinya pemda akan memadamkan lampu di tujuh titik. Ketujuhnya antara lain Monas, Patung Sudirman, Gedung Balai Kota, Patung Kuda, Patung HI, Patung Pemuda Senayan, dan Tugu Tani. Pemadaman dimulai pukul 20.30 WIB.

    "Kalau dulu kan gedung-gedung pemerintah, hotel, dan mal," ucap Yuli.

    Baca: Cerita di Balik Lokasi Debat Capres Kedua Jokowi vs Prabowo

    Kemarin, WWF Indonesia menggelar konferensi pers tentang Earth Hour 2019 bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT Mass Rapid Transit (MRT), PT Garuda Indonesia dan perwakilan Gerakan Pramuka. Konferensi pers itu membahas komitmen pemda mengurangi dampak perubahan iklim.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.