5 Fakta Kasus Kokain Mantan Asisten Ivan Gunawan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan aisten Ivan Gunawan, Andre Jordan, ditangkap polisi  dengan barang bukti berupa satu paket sebuk kokain, 2 paket serbuk MDMA dan 1 pil ekstasi. Instagram/@ajalatas

    Mantan aisten Ivan Gunawan, Andre Jordan, ditangkap polisi dengan barang bukti berupa satu paket sebuk kokain, 2 paket serbuk MDMA dan 1 pil ekstasi. Instagram/@ajalatas

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan asisten desainer ternama Ivan Gunawan, Andre Jordan Alatas, meninggal saat tengah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu, 27 Maret 2019 kemarin.

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz mengatakan Andre meninggal sekitar pukul 16.00 WIB.

    Baca : Kasus Kokain, Asisten Ivan Gunawan Meninggal di RS Polri

    Menurut Erick, Andre Jordan meninggal di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Dia dirawat di sana sejak jumat pekan lalu. Erick tidak menjelaskan detail penyakitnya. "Suhu badannya tinggi sehingga dibawa ke rumah sakit," kata dia.

    Andre sebelumnya ditangkap pada Senin, 14 Januari 2019 lalu lantaran kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis kokain. Mulai dari cerita penangkapan sampai asal muasal kokain, berikut fakta kasus yang menjerat Andre Jordan yang Tempo himpun.

    1. Ditangkap di rumah kos

    Polisi menangkap Andre di kamar kos nomor 23, Jalan H. Najihun Nomor 1A, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam penangkapan, polisi menyita satu paket serbuk kokain, dua paket serbuk Metilendioksi Metamfetamina (MDMA), serta satu pil ekstasi. "Yang jelas ini merupakan pengembangan jaringan kokain di Indonesia," ujar Erick, Rabu, 16 Januari 2019.

    1. Kokain milik Andre sejenis dengan Steve Emmanuel

    Erick Frendriz mengatakan kokain yang disita dari tangan AJ sama dengan kokain yang dimiliki Steve.  Sebelumnya, Steve dibekuk lantaran tertangkap membawa 100 gram kokain jenis terbaik dari Belanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.