Pengamanan Debat Capres, Polisi Antisipasi Ledakan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di sekitar suara ledakan di Kawasan Senayan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2018. TEMPO/Hilman F

    Polisi berjaga di sekitar suara ledakan di Kawasan Senayan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2018. TEMPO/Hilman F

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya kembali menurunkan sekitar 5.000 personel tim gabungan untuk pengamanan debat capres yang digelar 30 Maret 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta. Perencanaan pengaman itu sudah disepakati dalam rapat Kordinasi bersama Komisi Pemilihan umum dan Bawaslu. 

    Berita terkait: Saat Prabowo Akui Kinerja Jokowi di Debat Capres

    "Kami kerahkan 5.000 personil gabungan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Kamis 28 Maret 2019.

    Argo mengatakan personel yang dikerahkan nanti berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta petugas dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. Pola pengamanan dibagi dalam empat ring. Ring I di ruangan debat akan dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden, ring II dan seterusnya oleh TNI dan Kepolisian.

    ADVERTISEMENT

    Argo menambahkan untuk mengantisipasi gangguan saat debat berlangsung, kepolisian akan berpatroli. Langkah ini didasarkan insiden ledakan yang terjadi pada debat kedua.

    Baca: Debat Capres, Antasari Azhar Beri Prabowo Nilai di Bawah 5

    Debat capres kali ini kembali hanya diikuti oleh calon presiden saja yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Tema yang diangkat adalah tentang ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, serta hubungan internasional. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.