Kerap Stop Penyelundupan, Avsec Bandara Soetta Dapat Penghargaan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dalam konferensi pers tindak penyelundupan 71.982 ekor benih lobster di Kantor Bea dan Cukai, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 23 Februari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dalam konferensi pers tindak penyelundupan 71.982 ekor benih lobster di Kantor Bea dan Cukai, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 23 Februari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengganjar petugas Aviation Security disingkat Avsec Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan penghargaan karena kerap menggagalkan berbagai kegiatan ilegal, terutama penyelundupan, dibidang perikanan dan kelautan.

    "Salah satunya Lobster," ujar Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication dan Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui keterangan tertulis, Jum'at 29 Maret 2019.

    Baca : Lagi, KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

    Pemberian penghargaan tersebut bertempat di Rumah Dinas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan pada Selasa malam 26 Maret 2019.

    Salah satu upaya penggagalan benih lobster oleh Avsec Bandara Soekarno-Hatta yang teranyar, menurut Febri pencegahan benih lobster pada Jumat 15 Maret 2019.

    Saat itu, kata Febri, petugas Avsec mendapati empat koper berisi 35 kantung plastik bibit lobster dan empat botol es yang dicurigai petugas Avsec. Petugas mencurigai saat koper melalui pemeriksaan X-ray.

    Tangerang - Kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security atau Avsec terkait dua buah koper yang ditinggalkan pemiliknya di Terminal Keberangkatan Internasional 2D Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Petugas Avsec mengamankan dan memeriksa dua buah koper tersebut dengan menggunakan mesin x-ray, kemudian ditemukan ribuan benih lobster yang dimasukkan ke dalam 84 kantung plastik.

    "Untuk memastikan kecurigaan tersebut, petugas akhirnya membongkar koper yang sejak awal telah terindikasi adanya kegiatan ilegal," kata Febri.

    Bersama dengan petugas Karantina Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec membuka isi koper itu. "Ternyata benar dugaan kami koper tersebut berisi bibit lobster,” tutur Febri.

    Setelah dihitung, diketahui satu koper benih lobster itu ditaksir bernilai Rp 1,4 miliar. “Ini yang berhasil digagalkan terdapat empat koper, artinya banyak kekayaan negara berhasil diselamatkan,” kata Febri.

    Simak pula :
    Ganja Cair dalam Tisu Basah, Begini Modus Tersangka

    Selanjutnya, petugas Avsec lalu memancing agar pemilik koper atau pelaku penyelundupan tersebut mengambilnya. Tetapi setelah ditunggu lama tak kunjung datang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.