Setelah Sudirman - Thamrin, DKI akan Tata Trotoar di 10 Titik Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintas di dekat jalur pemandu penyandang disabilitas yang terputus karena terhalang tiang lampu lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 26 Juli 2018. Terhalangnya jalur pemandu tersebut dapat mengganggu kenyamanan para penyandang disabilitas saat menyusuri trotoar Ibu Kota. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Pejalan kaki melintas di dekat jalur pemandu penyandang disabilitas yang terputus karena terhalang tiang lampu lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 26 Juli 2018. Terhalangnya jalur pemandu tersebut dapat mengganggu kenyamanan para penyandang disabilitas saat menyusuri trotoar Ibu Kota. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan melanjutkan proyek penataan trotoar ke kawasan strategis di lima wilayah Jakarta tahun ini. Sebelumnya, pemerintah hampir rampung mengerjakan penataan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin.

    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menuturkan di setiap wilayah telah ditentukan dua kawasan yang akan didahulukan penataan trotoarnya. Selain direvitalisasi, penataan trotoar kali ini fokus pada pelebaran di setiap sisinya.

    Baca: Ini Perubahan Trotoar Jalan Wahid Hasyim Setelah Direvitalisasi

    "Selama ini luas trotoar itu sekitar 1,6 di masing-masing sisi jalan, akan kami lebarkan menjadi 2,2 meter di setiap sisi," kata Hari dia pada Kamis, 28 Maret 2019.

    Ia juga memastikan trotoar yang dibangun akan lebih ramah pejalan kaki. Hari memastikan tidak ada pengurangan jalur jalan dan tidak mengganggu saluran air meski trotoar dilebarkan.

    Di Jakarta Pusat, penataan trotoar akan dilakukan di kawasan Senen yang meliputi Jalan Kramat Raya hingga Jalan Senen Raya, serta di kawasan Cikini terdiri dari Jalan Cikini Raya, Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Pegangsaan Barat, Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Raden Saleh Raya.

     Suasana trotoar Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat setelah direvitalisasi pada Ahad, 10 Maret 2019. TEMPO/Adam Prireza

    Di Jakarta Selatan penataan akan fokus di kawasan Kemang, yakni di Jalan Kemang Raya dan kawasan Kuningan sampai Tebet meliputi Jalan Prof Dr Satrio dan Jalan Casablanca. Di dua wilayah ini, rencananya penataan akan menggunakan konsep seperti di Sudirman-Thamrin.

    Anggaran keduanya juga masuk dalam Kegiatan Strategis Daerah sebesar Rp 175 miliar. "Itu skala prioritas, seperti yang di Jalan Kemang Raya," kata Hari.

    Hari mengatakan di Jakarta Utara, penataan difokuskan di kawasan Sunter mulai darj Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Sunter Jaya, Jalan Sunter Jaya 1, serta kawasan Penjaringan di Jalan Jembatan Tiga. Sedangkan Jalan Prof Dr Latumenten dan Jalan Tomang Raya menjadi fokus penataan trotoar di wilayah Jakarta Barat. "Di Jakarta Timur ada di Jalan Otto Iskandardinata dan di Jalan Mayjen Sutoyo," kata Hari.

    Baca: Anies akan Buat Trotoar Kemang Seperti di Sudirman-Thamrin

    Adapun total anggaran yang dikucurkan untuk tiga wilayah ini adalah Rp 85 miliar. "Rinciannya, Jakarta Utara sebesar Rp 35 miliar. Sementara, di Jakarta Barat dan Jakarta Timur masing-masing Rp 25 miliar," kata dia.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Khusus Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta Riri Asnita mengatakan penataan ini akan mengusung konsep Complete Streets. Maksudnya, desain dan rancangan memperhatikan segala aspek mulai dari akses transportasi, perjalanan aman hingga akses pejalan kaki yang nyaman bagi segala usia dan kemampuan.

    Sebab, menurut Riri, selama ini trotoar tidak aman dan nyaman bagi pejalan kaki. "Selain rusak, sebagian trotoar juga sering digunakan sebagai lokasi parkir," ujarnya.

    Rencananya, kata Riri, proyek penataan trotoar ini akan dimulai Mei mendatang. "Rampungnya tahun ini juga, akhir tahunlah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.