Pondasi Dekat Tanggul Baswedan Bocor, Warga Jatipadang Resah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PPSU membersihkan lumpur yang menggenangi jalan pemukiman warga karena tanggul aliran Kali Pulo jebol di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Senin 14 Januari 2019. Akibat jebolnya tanggul Kali Pulo yang terjadi pada Minggu (13/1) tersebut, BPBD Provinsi DKI Jakarta mencatat air dengan ketinggian 50-60 cm merendam wilayah RT 003 dan RT 004 di RW 006. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas PPSU membersihkan lumpur yang menggenangi jalan pemukiman warga karena tanggul aliran Kali Pulo jebol di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Senin 14 Januari 2019. Akibat jebolnya tanggul Kali Pulo yang terjadi pada Minggu (13/1) tersebut, BPBD Provinsi DKI Jakarta mencatat air dengan ketinggian 50-60 cm merendam wilayah RT 003 dan RT 004 di RW 006. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua titik kebocoran pondasi di dekat Tanggul Baswedan di RT3 RW6 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, membikin warga di sana resah.

    Baca: Tanggul di Jati Padang Ambles, Dua RT Kebanjiran

    Warga RT3 RW6 Jatipadang, Fatimah, khawatir dua titik kebocoran pondasi itu menyebabkan tanggul Kali Pulo jebol lagi.

    "Kemarin air sudah keluar dari titik yang bocor. Warga sudah menutupnya dengan karung pasir," kata Fatimah saat ditemui di rumahnya Senin, 1 April 2019.

    Pondasi tanggul yang jebol masih berada sebaris dengan Tanggul Baswedan. Pada Ahad kemarin, kata dia, pondasi turap dekat Tanggul Baswedan jebol hingga menyebabkan banjir setinggi 1 meter.

    Warga menunjuk dua titik pondasi tanggul Kali Pulo yang bocor di RT3 RW6 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Senin, 1 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Tanggul tersebut berada sekitar 100 meter dari rumah Fatimah. "Banjir kemarin 75 kepala keluarga terkena dampaknya."

    Warga Jatipadang ini berharap agar seluruh bagian tanggul kembali ditinggikan hingga sejajar dengan Tanggul Baswedan yang tingginya hampir 2 meter. "Tapi sebelum ditinggikan pondasinya harus diperkuat," ujarnya.

    Menurut dia, kawasan rumahnya memang lokasi langganan banjir. Penyebabnya adalah kali yang menyempit karena terhimpit bangunan.

    Pemerintah, kata dia, berencana membebaskan sebagian lahan dan rumah warga untuk melebarkan kali dan mengatur jalan air. "Tapi sampai sekarang belum terealisasi lagi," kata Fatimah. 

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan sejumlah rumah di kawasan Kali Pulo memang mesti dibebaskan untuk menaturalisasi kawasan tersebut.

    "Beberapa tempat memang harus kami bebaskan," kata Marullah saat meninjau pondasi tanggul Kali Pulo yang jebol, Senin, 1 April 2018.

    Pemerintah daerah akan menilai sejumlah lokasi yang bakal dibebaskan. Sebab, beberapa rumah di kawasan itu memang berdiri di badan air dan harus segera dibongkar.

    Baca: Warga Usul Nama Tanggul Baswedan, Ini Tanggapan Anies

    Pemerintah, kata dia, masih mendata jumlah rumah yang harus dibebaskan untuk menaturalisasi bantaran Kali Pulo, khususnya di Kampung Air Jatipadang. Tanggul di kawasan itu bolak-balik jebol sehingga air Kali Pulo merendam permukiman. "Saya juga sudah meminta teman-teman teknis untuk pendataan warga yang akan direlokasi. Sebab, lokasi itu menjadi langganan banjir setiap musim hujan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...