Tanggul Jebol Jatipadang: Naturalisasi Kali Pulo Belum Dibahas...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjuk dua titik pondasi tanggul Kali Pulo yang bocor di RT3 RW6 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Senin, 1 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Warga menunjuk dua titik pondasi tanggul Kali Pulo yang bocor di RT3 RW6 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Senin, 1 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menjelaskan pembahasan mengenai naturalisasi Kali Pulo terkait tanggul jebol di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan belum sampai di tataran pemerintah kota.

    Konsep soal naturalisasi, kata Isnawa, sampai saat ini masih jadi pembahasan di tingkat Pemprov DKI.

    Baca : Alasan SDA Jaksel Sebut Kawasan Tanggul Jati Padang Tambah Pelik

    "Setahu saya masih di tingkat Pemprov. Waktu saya masih Kadis LH, pembahasannya harus melibatkan Bapeda, Dinas Kehutanan, bahkan sampai Asisten Bidang Pembangunan dikirim ke Singapura untuk mempelajari naturalisasi," ujar Isnawa di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa, 2 April 2019.

    Isnawa mengatakan untuk menerapkan konsep naturalisasi di Kali Pulo, pihaknya perlu melakukan konsultasi dengan para ahli yang pernah melakukannya. Apa lagi, Kali Pulo memiliki luas yang lebih kecil dibanding kali lainnya.

    "Bisa aja naturalisasi di Kali Pulo, tapi harus mengajak mereka yang ahli dan pernah bikin. Bukan orang yang baru mikir teorinya," ujar dia.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mewacanakan konsep penataan naturalisasi di sekitar Kali Pulo. Hal itu ia ungkapkan usai tanggul Kali Pulo di RT 3 RW 6, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan jebol pada Ahad sore, 30 April 2019.

    Marullah mengatakan saat ini permukiman di Kali Pulo kian banyak bertambah seiring meningkatnya jumlah bangunan-bangunan liar. Untuk itu kantor Wali Kota Jakarta Selatan berencana menata ulang area bekas sawah tersebut.

    "Dulu ini sawah semua, tapi saat ini jadi pemukiman jadi enggak ada sawahnya, berubah fungsi. Ini melawan alam, kalau kita mau naturalisasi 100 persen, itu tidak mungkin, tapi harus ditata," kata dia.

    Sementara itu, untuk mengatasi tanggul yang berulang kali jebol Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap pada pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi di Bogor, Jawa Barat.

    Simak juga :
    Warga Jati Padang Kebanjiran Lagi, Perbaikan Tanggul Dikebut Satu Bulan

    "Mudah-mudahan dengan tuntasnya dua waduk yang sekarang dibangun di Bogor, Insya Allah ketika itu selesai akhir tahun ini, maka volume air yang turun ke Jakarta akan turun 30 persen," ujar Anies.

    Anies menjelaskan, dengan turunnya volume air ke Jakarta maka proses retensi atau daya tahan tanggul Jati Padang akan lebih kuat. Selama ini, kata Anies, limpahan air dari selatan kerap tak tertampung di Kali Pulo dan mengakibatkan tanggul jebol di Jati Padang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.