Begini Hoax Ratna Sarumpaet Bikin Syok Amien Rais

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres Prabowo Subianto, Amien Rais, saat menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres Prabowo Subianto, Amien Rais, saat menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Capres Prabowo Subianto, Amien Rais, mengaku masih dibuat tertegun oleh hoax Ratna Sarumpaet. "Kejadian ini singkat sekali, sulit dipahami what's realy going on," ujar Amien Rais saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019. 

    Baca berita sebelumnya:
    Amien Rais Kisahkan Pertama Lihat Wajah Lebam Ratna Sarumpaet

    Amien menyatakan tidak menyangka pengakuan Ratna dipukuli oleh orang tak dikenal di Bandung adalah cerita fiktif. Padahal dia sebelumnya mengaku sangat prihatin saat melihat wajah Ratna. Dia berdalih tidak sampai menjalin tanya-jawab langsung karena tak tega mengajak bicara. 

    "Saya syok, bagaimana bisa perempuan aktivis mengalami itu," ujar pria yang menjelang usia 75 tahun itu tentang pertemuan dengan Ratna pada awal Oktober 2018 lalu. Dalam pertemuan itu Amien mendampingi Prabowo mendengar kisah penganiayaan Ratna Sarumpaet. 

    Amien mengatakan saat itu juga muncul rencana untuk melakukan konferensi pers terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet. Tujuannya, menuntut penegak hukum mengusut kasusnya. Konferensi pers direalisasikan pada malam harinya.

    Baca juga:
    Ratna Sarumpaet: Fadli Zon Tak Minta Izin Unggah Foto di Medsos

    Keesokan harinya, Amien yang juga Ketua Dewan Kehormatan PAN menerima berita bahwa penganiayaan itu hoax. Dia syok untuk kedua kalinya. Tidak lama setelah itu, dia juga mendapat pesan permintaan maaf dari Ratna Sarumpaet terkait kebohongannya. "Saat tahu, saya kecewa," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.