Pengunjung Tewas Tertimpa Pohon, Ragunan Siap Tebang Pohon Besar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, 1 Januari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Ribuan pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, 1 Januari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan bakal mengevaluasi pohon tua di kawasan itu, setelah insiden pohon tumbang menyebabkan seorang pengunjung tewas pada Rabu lalu. Batang pohon kaya yang patah menimpa beberapa pengunjung, satu di antaranya tewas pada 3 April 2019.

    Baca: Pengunjung Harimau Ragunan Asal Cibitung Tewas Tertimpa Pohon

    "Kami langsung tindak lanjuti dan mengevaluasi mana pohon yang layak ditebang atau ditoping (pangkas) saja," kata juru bicara Ragunan Ketut Widarsana saat ditemui, Kamis, 4 April 2019.

    Petugas perawat tanaman di Ragunan, kata dia, bakal diminta lebih selektif dalam mengawasi tumbuhan yang ada di dalam kawasan wisata. Sebagian pohon yang berada di dalam Ragunan berkategori jumbo dengan ketinggian lebih dari 20 meter.

    Menurut Ketut, setiap hari petugas perawat tanaman telah melakukan perawatan dengan cara memangkas pohon yang dianggap terlalu lebat dan memotong pohon yang telah keropos dan rawan patah.

    Bahkan, kata dia, kawasan wisata seluas 147 hektar ini telah mempunyai dua mobil crane untuk memotong batang pohon yang tinggi. "Yang dilihat membahayakan pasti akan kami potong. Sebab kejadian batang pohon jatuh juga pernah terjadi sebelumnya dan menimpa pengunjung juga," ujarnya.

    Baca: Batang Pohon Timpa Pengunjung, Ragunan Belum Tahu Penyebabnya

    Dalam kejadian Rabu kemarin, korban tewas adalah pengunjung Kebun Binatang Ragunan asal Cibitung, Bekasi, bernama Anis Khairunisa, 22 tahun. Sedangkan, empat pengunjung lainnya yang juga menjadi korban adalah Dafin Algifari (3), M Alif Annabawi (6), Sugiwati (48) dan Chinta Tsania (7). "M Alif masih menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu. Sedangkan tiga orang lainnya telah dibolehkan pulang karena hanya luka ringan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.