Banyak Sampah di Depan Stasiun, MRT: di Luar Kewenangan Kami

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampah berserakan di beberapa titik di stasiun MRT Bundaran HI,  Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/ Adam Prireza

    Sampah berserakan di beberapa titik di stasiun MRT Bundaran HI, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/ Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - MRT Jakarta bakal menggencarkan kampanye dan merangkul relawan untuk mengedukasi penumpang Ratangga agar tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang penumpang MRT kembali terlihat pada Rabu sore, 3 April 2019 sekitar 15 meter dari pintu masuk Stasiun Bundaran HI.

    Baca: Hari Keempat MRT Berbayar, 6 Mesin Otomatis Tiket Belum Berfungsi

    "Kami akan mengkampanyekan tahan, simpan dan pungut terhadap sampah. Hari ini sudah mulai dilakukan," kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, saat dihubungi, Kamis, 4 April 2019.

    Menurut dia, sampah yang tersebar kemarin berada di luar Stasiun MRT Jakarta. Sedangkan, kebersihan di dalam stasiun masih tetap terjaga karena terdapat petugas yang patroli.

    Kamaluddin menjelaskan tidak mudah mengatur puluhan ribu orang yang masuk ke MRT agar tidak membuang sampah sembarangan. MRT Jakarta sendiri, kata dia, telah menerbitkan aturan sanksi Rp 500 ribu bagi penumpang yang membuang sampah sembarangan.

    "Yang kemarin buang sembarangan di luar kewenangan kami. Kami mau menangkapnya juga sulit, sebab tidak ada CCTV di luar," ujarnya.

    Menurut dia, ke depan langkah terbaik untuk memberikan edukasi kepada penumpang adalah dengan cara berkampanye langsung. MRT Bakal mengkampanyekan bahwa penumpang harus menahan tidak memakan dan minum di dalam stasiun, menyimpan sampah jika kebetulan terbawa oleh penumpang dan memungut apabila ditemukan sampah di depan mereka.

    "Jadi kampanye tahan, simpan dan pungut itu akan kami terus informasikan," ujarnya. Selain itu, kata dia, sudah ada relawan yang mau diajak kerja sama untuk program memungut sampah dan mensosialisasikan kampanye tersebut.

    Keberadaan sampah sisa minuman itu diperparah dengan hadirnya pedagang kaki lima yang kerap disebut Starbucks Keliling atau Starling di sekitar pintu masuk Stasiun Bundaran HI. Para pedagang yang menjajakan aneka minuman itu tak menyediakan plastik sampah.

    Namun, pemandangan cukup bersih justru terlihat tepat di depan pintu masuk stasiun MRT. Sebab, tak jauh dari pintu masuk terdapat tempat sampah. Masyarakat terlihat tertib memasukkan sampah ke sana.

    Baca: Pintu Masuk MRT Ditutup Sementara, PKL Starling Raup Berkah

    Tumpukan sampah diduga terjadi karena masyarakat tak bisa masuk ke dalam area stasiun MRT Bundaran HI. Petugas menutup pagar di pintu masuk karena area dalam stasiun sudah terlalu penuh. Hal ini membuat masyarakat piknik dadakan di depan pintu stasiun. Selain penjual kopi keliling atau Starling, terdapat juga PKL yang menjual makanan seperti siomay.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.