Gaya Milenial Ma'ruf Amin Dalam Kampanye Terbuka di Bogor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres 01 Ma'ruf Amin tampil lebih milienal dengan mengenakan baju koko berwarna putih lengkap dengan kopiah dan sarung dibalut jaket berlogo 01. Serasi dengan istrinya Wury Estu Handayani yang mengenakan jilbab berlogo 01. Istimewa

    Cawapres 01 Ma'ruf Amin tampil lebih milienal dengan mengenakan baju koko berwarna putih lengkap dengan kopiah dan sarung dibalut jaket berlogo 01. Serasi dengan istrinya Wury Estu Handayani yang mengenakan jilbab berlogo 01. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Cawapres 01 Ma'ruf Amin tampil bak milenial dengan mengenakan jaket hoodie saat menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Marzuki Mahdi, Bogor, Jumat 5 April 2019.

    Baca: Alasan Pedagang Pasar Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin, Bukan Sandiaga

    Ma'ruf mengenakan jaket hoodie putih dengan tulisan 01 warna merah di bagian kiri dada dan punggung. Hoodie itu dipadankan dengan peci hitam, selendang di leher, serta terusan kain sarung.

    Tidak hanya berpenampilan bak milenial, Ma'ruf juga sempat mengajak ribuan peserta kampanye terbuka menyanyikan yel-yel dukungan dengan nada khas pendukung sepak bola.

    "Jokowi, presiden kita. Kiai Ma'ruf wakil presiden. Ku yakin hari ini, pasti menang," kata Ma'ruf mengajak pendukungnya ikut bernyanyi.

    Dalam kesempatan itu hadir pula juru kampanye TKN Maruarar Sirait yang ikut membangkitkan semangat ribuan pendukung di Lapangan Marzuki Mahdi.

    Ma'ruf mengungkapkan alasannya kembali berkampanye di Bogor karena Kabupaten Bogor merupakan kabupaten dengan jumlah pemilih terbesar.

    Baca: Kampanye Terbuka di Bogor, Agenda Ma'ruf Amin Hari Ini

    Ma'ruf Amin meyakini Jokowi dan dirinya bisa memperoleh 70 persen suara masyarakat Bogor. Kampanye terbuka ini dihadiri perwakilan partai pendukung Jokowi - Ma'ruf. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.