Polisi Antisipasi Bentrokan Pasca Pengeroyokan Berujung Maut di Lubang Buaya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan.

    Ilustrasi Pengeroyokan.

    TEMPO.CO, Jakarta- Polres Metro Jakarta Timur mengantisipasi potensi serangan balik pasca pengeroyokan di Lubang Buaya, yang menewaskan pemuda berinisial DF pada pekan lalu.

    Baca: Sudah Batal Manggung, Grup Band Ini Jadi Korban Pengeroyokan

    Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Ady Wibowo sudah meminta warga sekitar Lubang Buaya untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan. "Kami berkoordinasi dengan warga setempat," ujar Ady Wibiwo saat dihubungi, Sabtu 6 April 2019

    Ady mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menangkap empat pelaku pengeroyokan tersebut. Kata dia, kepolisian sudah mengidentifikasi pelaku pengeroyokan tersebut berjumlah tujuh orang. "Tiga lagi DPO," ujarnya.

    Namun polisi menolak merinci identitas dari tujuh pelaku tersebut. Kata dia empat pelaku yang ditangkap sudah berstatus tersangka.

    Pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Kramat, Lubang Buaya, Cipayung pada Jumat 29 Maret. DF dan seorang temannya ditegur oleh sekelompok pemuda karena mengendarai motor dengan oleng. Teguran itu berlanjut dengan cekcok dan berujung pengeroyokan. 

    Baca:  Polisi Tangkap 4 dari 7 Pelaku Pengeroyokan di Lubang Buaya

    Kejadian tersebut usai setelah dilerai oleh warga setempat. DF yang menjadi korban pengeroyokan di Pasar Minggu dilarikan ke Rumah Sakit Budhi Asih. Setelah menjalani perawatan intensif, DF meninggal pada Selasa 2 April kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.