Polisi Tangkap Dua Anggota FPI Tersangka Penghina Jokowi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dari Persaudaraan Alumni 212 berkumpul di parkiran mobil Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta Jakarta, 21 Februari 2018. Massa akan menyambut kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rieziq Sihab dari Arab Saudi. TEMPO/Subekti.

    Massa yang tergabung dari Persaudaraan Alumni 212 berkumpul di parkiran mobil Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta Jakarta, 21 Februari 2018. Massa akan menyambut kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rieziq Sihab dari Arab Saudi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik Polres Bogor dan Polda Jawa Barat menangkap dua orang yang disangka pelaku penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Keduanya diinisialkan B yang disebut berperan sebagai orator serta S, disangka merekam dan menyebarkan video orasi B melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

    Baca juga:
    Empat Fakta Proses Hukum Bahar bin Smith yang Menghina Jokowi 

    Polisi menangkap S di rumahnya di Kampung Cariu, Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor pada Kamis 4 April 2019. Sedang B ditangkap terpisah di Kampung Pabuaran, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Jumat 5 April.  

    "Kedua tersangka diamankan di tempat yang berbeda," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Minggu 7 April 2019.

    Dari hasil penyidikan, menurut Dedi, keduanya mengaku melakukan penghinaan presiden dan menyebarkannya atas kehendaknya sendiri. "Alasannya untuk membela guru besarnya Habib Rizieq karena yang bersangkutan merupakan anggota FPI (Front Pembela Islam)."

    Baca:
    Ini Isi Ceramah Dai yang Dilaporkan Menghina Jokowi

    Barang bukti yang disita penyidik dalam kasus ini yaitu ponsel merek Oppo milik tersangka S dan ponsel merek Samsung milik tersangka B. Bersama barang bukti itu, keduanya kini menghuni tahanan Markas Polres Bogor untuk penyidikan lebih lanjut atas kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi tersebut.

    S dan B terancam, di antaranya, jerat Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

    Tonton: Bentrok Massa FPI dan PDIP di Yogyakarta Terpicu oleh Hal Ini

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.