Anggota FPI Bikin Video Hina Jokowi, Ini Peran Kedua Tersangka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video penghinaan terhadap Presiden Jokowi yang dilakukan oleh anggota FPI di Bogor yang tersebar di media sosial.

    Cuplikan video penghinaan terhadap Presiden Jokowi yang dilakukan oleh anggota FPI di Bogor yang tersebar di media sosial.

    TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor membenarkan dua tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah anggota Front Pembela Islam (FPI) wilayah setempat. Penghinaan dilakukan lewat video yang dibuat usai perayaan Isra Miraj bareng cawapres Sandiaga Uno.

    Baca berita sebelumnya:
    Polisi: Anggota FPI Buat Video Hina Jokowi Usai Acara Sandiaga

    "Saat ini pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bogor untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Minggu 7 April 2019.

    Ita menerangkan, kedua tersangka ditangkap di lokasi berbeda yakni di Kecamatan Gunungputri dan Kecamatan Cariu. Keduanya dijemput di rumahnya masing-masing selang satu dan dua hari dari mereka membuat dan menyebarkan video berisi penghinaan. Video diproduksi di tepi jalan raya usai keduanya mengikuti perayaan Isra Miraj pada Rabu 4 April 2019.

    "S, warga Kecamatan Cariu, diketahui berperan sebagai orang yang merekam video dan disebarkan melalui Media Sosial Whatsapp Grup, sedangkan pelaku lain yakni berinisial B warga Gunungputri diketahui berperan sebagai orang yang berorasi atau yang berada didalam video itu," kata Ita menuturkan.

    Baca:
    Anggota FPI Tersangka Penghina Jokowi, Begini Isi Videonya

    Ita melanjutkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, B melakukan orasi dan mengeluarkan kata-kata yang menjelek-jelekan Presiden Jokowi. Orasi itu direkam oleh rekanya sendiri, S, menggunakan telepon genggam yang kemudian disebarkan melalui aplikasi percakapan Whatsapp. "Lalu viral dan menyebar di grup WA lainnya," kata Ita.

    Dari keterangan kedua tersangka, Ita menambahkan, tindakan itu dilakukan atas kehendak dan kemauan sendiri. Motifnya, membela Habieb Riziq, pimpinan FPI, yang dianggap sebagai guru besar. "Meraka mengaku hal itu untuk membela HRS karena karena yang bersangkutan merupakan Anggota FPI," kata dia.

    Baca Kasus Bahar bin Smith:
    Ini Isi Ceramah Dai yang Dilaporkan Menghina Jokowi

    Untuk mempertanggujawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No. 11 thn 2008 dan atau Pasal 45A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 ayat (1) UU No 1 tauhn 1946 tentang peraturan hukum pidana dan atau Pasal 157 ayat (1) KUHP

    "Barang bukti (penghinaan terhadap Presiden Jokowi) yang diamankan yaitu handphone Oppo milik S yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video dan handphone Samsung milik B," kata Ita.

    Tonton: Bentrok Massa FPI dan PDIP di Yogyakarta Terpicu oleh Hal Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.