DKI Berambisi Revitalisasi Trotoar Kemang Bakal Mirip Legian Bali

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana trotoar Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat setelah direvitalisasi pada Ahad, 10 Maret 2019. TEMPO/Adam Prireza

    Suasana trotoar Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat setelah direvitalisasi pada Ahad, 10 Maret 2019. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha menjelaskan revitalisasi trotoar di Kemang, Jakarta Selatan, akan membuat kawasan itu seperti di Legian, Kuta, Bali.

    Dengan konsep seperti itu, kawasan Kemang akan ramah pejalan kaki dan hanya bisa dilintasi kendaraan para penghuninya.

    Baca : Setelah Sudirman - Thamrin, DKI Akan Tata Trotoar di 10 Titik Ini

    "Akan seperti di kawasan Legian, Bali. Enggak ada perkiran (umum), orang melintas aja. Konsep trotoarnya seperti di Sudirman - Thamrin," ujar Hari di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin malam, 8 April 2019.

    Menurut Hari, nantinya akan ada shuttle bus yang berkeliling di kawasan Kemang. Sehingga memudahkan para pejalan kaki berkeliling di tempat itu. Untuk yang membawa kendaraan dan ingin masuk, Hari mengatakan nantinya akan ada kantong parkir di luar kawasan Kemang.

    Soal kendaraan pribadi warga sekitar, Hari mengatakan nantinya akan ada stiker atau kode tersendiri di masing-masing kendaraan.

    "Kalau nggak ada stiker dan kode, nggak boleh masuk. Lokasi kantong parkir akan kami cari juga. Biar orang jalan kaki, kalau nggak mau capek pakai shuttle bus," ujar dia.

    Revitalisasi trotoar Kemang merupakan salah satu rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata trotoar kawasan strategis di lima wilayah Jakarta tahun ini. Sebelumnya, pemerintah hampir rampung mengerjakan penataan trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin.

    Personil Brimob Polda Bali berjaga dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun 2016 di kawasan Monumen Bom Bali, Jalan Legian, Kuta, Bali,31 Desember 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Di Jakarta Pusat, penataan trotoar akan dilakukan di kawasan Senen yang meliputi Jalan Kramat Raya hingga Jalan Senen Raya, serta di kawasan Cikini terdiri dari Jalan Cikini Raya, Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Pegangsaan Barat, Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Raden Saleh Raya.

    Di Jakarta Selatan penataan akan fokus di kawasan Kemang, yakni di Jalan Kemang Raya dan kawasan Kuningan sampai Tebet meliputi Jalan Prof Dr Satrio dan Jalan Casablanca. Di dua wilayah ini, rencananya penataan akan menggunakan konsep seperti di Sudirman-Thamrin.

    Anggaran keduanya juga masuk dalam Kegiatan Strategis Daerah sebesar Rp 175 miliar. "Itu skala prioritas, seperti yang di Jalan Kemang Raya," kata Hari.

    Simak pula : 
    Ini Perubahan di Trotoar Jalan Wahid Hasyim Setelah Direvitalisasi

    Hari mengatakan di Jakarta Utara, penataan difokuskan di kawasan Sunter mulai darj Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Sunter Jaya, Jalan Sunter Jaya 1, serta kawasan Penjaringan di Jalan Jembatan Tiga.

    Sedangkan Jalan Prof Dr Latumenten dan Jalan Tomang Raya menjadi fokus revitalisasi trotoar di wilayah Jakarta Barat. "Di Jakarta Timur ada di Jalan Otto Iskandardinata dan di Jalan Mayjen Sutoyo," kata Hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.