Menteri PUPR Tanya Naturalisasi Sungai, Ini Jawaban Asisten Anies

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri peringatan Hari Ciliwung 7 di pinggiran kali Ciliwung, Condet, Jakarta, Minggu, 11 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri peringatan Hari Ciliwung 7 di pinggiran kali Ciliwung, Condet, Jakarta, Minggu, 11 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertanyaan Menteri Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono soal naturalisasi sungai yang diwacanakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijelaskan oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal.

    Baca juga: Menteri PUPR Tagih Penjelasan Anies Soal Naturalisasi Sungai

    Menurut Yusmada, tidak perlu mendikotomi antara konsep naturalisasi dan normalisasi sungai di Jakarta. Sebab, menurut dia, kedua konsep itu saling berhubungan.

    Salah satu hubungan di antara kedua konsep itu, ujart Yusmada, adalah pada konsep naturalisasi,  pembetonan dinding kali tetap dilakukan untuk mencegah longsoran. 

     "Sheet pile beton itu buat apa coba? Memperkuat tebing kan? Tanpa dia, tebing itu mau longsor, ya kami perkuat," ujar Yusmada di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa, 9 April 2019. "Jadi, jangan dikontonomikan antara normalisasi dengan naturalisasi ini." 

    Pernyataan Yusmada itu untuk menjawab konsep naturalisasi yang selama ini berkembang di masyarakat, yang mengatakan tak memerlukan beton di setiap sisi kali agar biota sungai bisa hidup. 

    Selain itu, kata Yusmada, seperti halnya normalisasi, naturalisasi juga membutuhkan pelebaran badan kali. Artinya, akan ada relokasi penduduk yang tinggal di pinggir kali. 

    Namun, untuk relokasi ini, kata dia, Pemprov DKI akan melakukannya dengan cara yang manusiawi. "Ketika kami mau melebarkan kali, kami bersentuhan dengan warga. Maka kami lakukan (relokasi) dengan cara-cara manusiawi," kata Yusmada.

    Untuk pelebaran kali yang diikuti dengan relokasi warga itu, Yusmada menambahkan,  pihaknya akan melakukannya setelah ada kajian soal debit air yang masuk ke Jakarta. Menurut dia, debit air ke Jakarta akan menurun 30 persen setelah dua waduk di Bogor rampung, yaitu Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi. 

    "Kalau sudah berkurang, pertanyaannya apa perlu dilebarkan lagi? Ya nanti kami analisis dulu," ujar Yusmada. 

    Sebelumnya, konsep naturalisasi sungai versi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat dipertanyakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dia bertanya-tanya tentang program naturalisasi sungai untuk pengendalian banjir di Ibu Kota Jakarta. 

    Baca juga: Hari Ciliwung, Anies Baswedan Ingatkan Lagi Naturalisasi Sungai

    "Beliau punya ide naturalisasi sungai, lah opo iki? saya ajak ngoceh aja, diskusi. Apa programnya, mari kita bareng-bareng. Nah ini belum ketemu," kata Basuki

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.