Lima Fakta Kasus Kecelakaan di Margonda

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Depok melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 April 2019. Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan tunggal yang menewaskan Ita Sachari (27) pada Senin 8 April 2019 sekitar pukul 05.00 WIB. TEMPO/Ade Irawan

    Kepolisian gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Depok melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa, 9 April 2019. Polisi menyelidiki penyebab kecelakaan tunggal yang menewaskan Ita Sachari (27) pada Senin 8 April 2019 sekitar pukul 05.00 WIB. TEMPO/Ade Irawan

    TEMPO.CO, Depok -Seorang perempuan pengendara motor meninggal mengenaskan akibat kecelakaan di Margonda, tepatnya di Jalan Margonda depan showroom mobil Jaya Baru, Kota Depok, pada Senin 8 April 2019 sekitar pukul 05.00 WIB.

    Korban bernama Ita Sachari, 27 tahun, saat itu terpental dari sepeda motor yang dikendarainya, karena menabrak sparator jalan dan oleng. Kepala korban tersangkut tali sling besi pagar pembatas jalan. Dia tewas seketika.

    Baca : Kecelakaan di Margonda Mengerikan, Kadis LHK Bicara Soal Sling Besi

    Awalnya, Ita diduga korban tabrak lari. Setelah diselidiki polisi, penyebabnya adalah kecelakaan tunggal.

    Tempo merangkum sejumlah fakta terkait kecelakaan maut berujung mengerikan di Jalan Margonda tersebut. Berikut beberapa fakta yang terhimpun:

    --Luka Tepi Tidak Rata
    Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramatjati Komisaris Besar Edi Purnomo mengatakan korban kecelakaan maut di Margonda, mengalami luka tidak rata di bagian leher. Menurut dia, luka tersebut berasal dari suatu jeratan.

    "Lukanya tepi tidak rata. Seperti luka jerat," kata Edi.

    --Lokasi Rawan Kecelakaan
    Sejumlah warga menyebut lokasi kecelakaan maut Ita Sachari di depan showroom mobil Jaya Baru, sering terjadi kecelakaan. Seorang pedagang di kawasan itu, Akil, 30 tahun, mengatakan lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.