Selasa, 24 September 2019

Lima Fakta Kasus Tindak Pidana Pemerasan Sisca Dewi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Sisca Dewi keluar dari ruang sidang setelah menjalani sidang vonis terkait tindak pidana pemerasan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 14 Januari 2019.  TEMPO/Nurdiansah

    Pedangdut Sisca Dewi keluar dari ruang sidang setelah menjalani sidang vonis terkait tindak pidana pemerasan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memvonis penyanyi dangdut Sisca Dewi bersalah atas tindak pidana pemerasan terhadap Inspektur Jenderal Bambang Sunarwibowo. Sisca pun dituntut tiga tahun penjara pada Senin, 14 Januari 2019 lalu. 

    Baca: Divonis 3 Tahun Penjara, Sisca Dewi: Putusan Ini Tidak Adil

    Hakim Riyadi  Sunindyo Florentinus berujar, Sisca Dewi telah memenuhi unsur pidana dalam Pasal 45 ayat 4, juncto pasal 27 ayat 4 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Pasal itu sesuai dengan dakwaan dari jaksa penuntut umum.

    Hal-hal yang memberatkan untuk Sisca Dewi, ujar Riyadi, karena perbuatannya mengganggu rumah tangga orang lain dan mendegradasi karier Bambang. Sedangkan yang meringankan bagi Sisca Dewi yaitu, berbuat sopan selama persidangan dan tidak pernah dijatuhi hukuman sebelumnya.

    Kasus bermula saat Sisca Dewi menyatakan telah menikah dengan Bambang Sunarwibowo secara siri. Sisca mengklaim pernikahan dilakukan di Ancol, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Sisca sempat mengunggah kedekatannya dengan Bambang di akun instagramnya. Bambang Sunarwibowo membantah pernah menikah siri dengan Sisca Dewi. Dia lantas melaporkannya ke polisi atas pencemaran nama baik. 

    Sisca Dewi lalu ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dari Direktorat Tindak Pidana Siber yang berlaku 10-11 Agustus 2018. Sepanjang kasusnya bergulir, berikut rangkuman Tempo terkait hal-hal menarik yang terkuak dalam persidangan Sisca Dewi:

    1. Merasa putusan hakim tak adil

    Sisca Dewi tak menerima vonis tiga tahun yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Penyanyi dangdut itu hendak mengajukan banding. "Saya merasa putusan ini tidak adil dan saya merasa akan mengajukan banding," kata Sisca Dewi di hadapan majelis hakim, Senin, 14 Januari 2019.

    Dia membantah pernyataan melakukan ancaman lisan seperti yang disampaikan majelis hakim. Salah satunya ancaman yang disampaikan hakim, yakni Sisca akan melaporkan Bambang Sunarwibowo ke pimpinannya jika tidak dibelikan rumah di Jalan Lamandau III Nomor 11A Kramat Pela, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan.

    2. Hukuman Sisca Dewi diperberat Pengadilan Tinggi DKI

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman penjara Sisca Dewi dari 3 tahun menjadi 3,5 tahun. Juru bicara Pengadilan Tinggi DKI, Johanes Suhadi mengatakan putusan tersebut telah diputuskan pada 12 Maret lalu. "Ada beberapa pertimbangan hukuman jadi diperberat," kata Johanes melalui pesan singkat, Rabu, 10 April 2019.

    Dalam sidang banding perkara itu, Johanes yang menjadi ketua majelis hakim memutuskan hukuman Sisca menjadi diperberat. Johanes menuturkan majelis hakim tingkat banding sependapat dengan pertimbangan hakim di tingkat pertama bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, kecuali terkait lamanya masa pidana yang dijatuhkan terdakwa dan pengembalian tanah dan sertifikat tanah harus diubah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.