Warga Minta Embung Kebagusan Diubah Nama Menjadi Danau Ratu Bagus

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di proyek pembangunan Embung Kebagusan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, di RT3 RW3 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Rabu, 10 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Anak-anak bermain di proyek pembangunan Embung Kebagusan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, di RT3 RW3 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Rabu, 10 April 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kebagusan meminta agar nama Embung Kebagusan diubah menjadi Danau Ratu Bagus. Menurut Ketua RT3 RW3 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Khusnul Khuluk, pengubahan nama embung itu telah mengacu pada sejarah di wilayah Kebagusan.

    Baca juga: Tanggul Jebol Kali Pulo, Apa Kabar Embung Kebagusan Jadi Solusi?

    "Di kawasan ini kan sejarahnya sosok Nyai Tubagus, jadi kami usul namanya diubah sesuai sejarah lokal di wilayah sini," kata Khusnul saat ditemui di rumahnya, Rabu, 10 April 2019.

    Khusnul mengatakan, nama Danau Ratu Bagus telah disampaikan warga dalam rapat dengan lurah dan camat dua pekan lalu. Pemerintah, kata dia, setuju dengan nama itu karena menyerap sejarah setempat.

    Adapun asal muasal nama Kebagusan timbul dari nama seorang wanita cantik yang berasal dari Banten, yaitu Nyai Tubagus Latak Lanang. Dia adalah seorang wanita yang dikenal baik akhlak maupun fkecandikannya, sehingga banyak lelaki yang ingin mempersuntingnya. "Kami berharap pengubahan nama ini disetujui," ujarnya.

    Khusnul menuturkan, kawasan embung ini rencananya akan dijadikan objek wisata. Selain embung, di kawasan itu akan dibangun taman dan jogging track serta fasilitas lainnya untuk mendukung interaksi masyarakat.

    Selain itu, ia berharap agar taman yang akan dibuat agar ditanami tumbuhan produktif yang mulai langka seperti pohon buni, dukuh, kecapi, gohok dan lainnya. "Tanaman yang menghasilkan buah bisa dimanfaatkan warga atau siapa pun."

    Lebih jauh, Khusnul mengatakan, pembangunan embung dan taman rampung juga bisa menambah penghasilan warga. Sebab, kata dia, akan terjadi perputaran ekonomi dari usaha di sektor pariwisata.

    "Mungkin nanti kawasan ini bisa dijadikan seperti Situ Babakan yang membangkitkan sektor ekonomi warga dari pariwisata," ucapnya.

    Kepala Seksi Pemeliharan Sudin SDA Jaksel, Firmansyah Saputra, mengatakan pemerintah menargetkan pengerukan dan peluasan Embung Kebagusan tahun ini. Adapun lahan yang telah dibebaskan untuk embung sebanyak lima bidang seluas 7.926 meter.

    Baca juga: Anies Ajukan Proposal Proyek DKI Rp 571 Triliun, Ini Rinciannya

    Rencananya sesuai peta asal akan dibangun Embung Kebagusan seluas 9.883 meter. "Tahun ini kami targetkan selesai pembebasan sisanya. Besok ekskavatornya juga mulai beroperasi lagi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.