Anies Ingin Buat Kolong Tol Jadi Ruang Interaksi Warga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bangunan liar berdiri di kolong Tol Pluit di Kelurahan Penjagalan, Kalijodo, Penjaringan, 5 Juni 2017. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah bangunan liar berdiri di kolong Tol Pluit di Kelurahan Penjagalan, Kalijodo, Penjaringan, 5 Juni 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta ingin mengubah kondisi kolong tol di Ibu Kota sehingga bisa menjadi ruang interaktif warga. Salah satu opsinya adalah menata kolong tol selayaknya taman.

    "Bisa dipakai untuk taman, ruang kegiatan, macam-macam," kata Anies di stasiun MRT ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu malam, 10 April 2019.

    Baca: Surati PUPR, Anies Ingin Ambil Alih Pengelolaan Kolong Tol

    Anies geram dengan penanggung jawab yang tak mengelola kolong tol dengan baik. Selama ini, menurut dia, pengelola mengabaikan pengelolaan kolong tol sehingga muncul sejumlah masalah atau insiden. Selama ini, pengelolaan kolong tol berada di tangan pengelola jalan tol.

    Karena itu, Anies bersedia mengambil alih pengelolaan kolong tol di seluruh DKI. Dia mengaku telah menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk melimpahkan tanggung jawab pengelolaan kolong tol kepada pemerintah DKI. Surat dilayangkan pada 6 Maret 2019.

    Dalam surat itu tertulis, pemerintah DKI memohon untuk bisa menggunakan ruang kosong di kolong tol Plumpang-Pluit dan Grogol-Pluit. Tujuannya demi mengamankan kolong tol dan menciptakan kegiatan interaktif serta produktif bagi warga ibu kota.

    Baca: Djarot Ajukan Izin Pengelolaan Kolong Tol ke Kementerian PU

    Anies berjanji akan memanfaatkan kolong tol sesuai ketentuan yang berlaku. "Sekarang kita menunggu keputusan dari Menteri PUPR apakah permintaan DKI dipenuhi. Karena dengan begitu, nanti kita bisa mengelola semua kolong tol," kata dia.

    Salah satu kondisi kolong tol yang kerap disoroti adalah kolong Tol Pluit, Jakarta Utara. Di sana, banyak permukiman liar memadati kolong tol. Ada juga titik dimana masyarakat membuang sampah di kolong tol.

    Anies juga ingin menyelesaikan persoalan di kolong Tol Pluit itu. "Bukan hanya Pluit, seluruh kolong tol di Jakarta. Kolong tol sekarang ini tidak terkelola. Karena bukan milik kita, yang mengelola sekarang suruh tanggung jawab," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.