Minta Maaf, Begini Ratna Sarumpaet Hibur Mahasiswa Pendemo Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kanan) tiba untuk menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Sidang lanjutan ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari jaksa penuntut umum. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kanan) tiba untuk menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. Sidang lanjutan ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari jaksa penuntut umum. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Sarumpaet kembali meminta maaf atas disinformasi yang diciptakannya terkait penyebab wajahnya lebam pada Oktober tahun lalu. Kali ini permintaan maaf ditujukannya kepada kelompok Laskar Muda Nusantara, kelompok yang pernah berunjuk rasa menuntut polisi mengusut tuntas penyebab tersebut.

    Baca:
    Laskar Ini Malu Telah Demo Bakar Ban Bela Ratna Sarumpaet

    "Saya minta maaf karena sudah mengecewakan, saya minta maaf karena sudah berbohong," ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 April 2019. 

    Seusai persidangan, Ratna memuji Laskar Muda Nusantara karena mencemaskan kabar pengeroyokan yang diciptakannya tersebut. Belakangan diketahui wajah lebam karena baru saja menjalani sedot lemak atau operasi estetika di rumah sakit.

    "Sebagai aktivis, apa yang mereka lakukan itu sudah benar," ujar Ratna yang juga penggiat sosial dan dan seniman sebelum kini terjun ke politik.

    Laskar Muda Nusantara berdemonstrasi di depan Markas Polda Metro Jaya Pada 3 Oktober 2018. Koordinatornya, Harjono, mengaku tidak mamiliki afiliasi apapun dengan kubu Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di mana Ratna pernah tergabung di dalamnya. "Waktu itu kami demo karena kami percaya dengan informasi penganiayaan itu," ujarnya. 

    Harjono menyebutkan, demonstrasi diikuti sejumlah aktivis dari berbagai organisasi, termasuk dari kalangan mahasiswa. Kata dia waktu itu massa berjumlah 60-70 orang disertai membakar ban. "Saat demo sempat terjadi gesekan dengan polisi yang berjaga waktu itu," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.