Wakil Wali Kota Sebut MRT Disetujui Sampai Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airin Rachmy Diayany dan Benyamin Davnie mendapatkan nomer urut 4 mendapatkan nomer urut 3 pada Pemilukada Tangerang Selatan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Airin Rachmy Diayany dan Benyamin Davnie mendapatkan nomer urut 4 mendapatkan nomer urut 3 pada Pemilukada Tangerang Selatan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan- Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan rencana proyek jalur kereta Transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan diteruskan sampai Kota Tangerang Selatan. Saat ini operasional kereta MRT Jakarta pada fase I baru melayani rute Lebak Bulus - Hotel Indonesia yang akan dilanjutkan fase II yakni Hotel Indonesia - Tanjung Priok.

    Lebak Bulus merupakan stasiun terakhir MRT di Jakarta Selatan yang berbatasan dengan Tangerang Selatan. Menurut Benyamin Davnie, perpanjangan rute MRT Jakarta sampai ke wilayahnya (extention) sudah lama diajukan oleh Wali Kota Airin Rachmi Diany.

    "Usulan sudah disetujui dan selanjutnya ditangani oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek," kata Benyamin melalui pesan singkat, Kamis, 11 April. Namun, dia belum menjelaskan lebih lanjut perihal pembangunan jalur Lebak Bulus - Tangerang Selatan.

    LihatMRT Jakarta: Penumpang Terbanyak dari Stasiun Bundaran HI

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan jalur MRT) Lebak Bulus hingga Tangerang Selatan dan  light rail transit (LRT) sampai ke Bogor diprediksi akan pada 2020.

    "Kedua itu mungkin 2020 mulai proyeknya. Harus cepat karena pembicaraan dan wacananya sudah lama, terutama TOD dan stasiun LRT Baranangsiang," kata Bambang di Jakarta pada Jumat, 14 Desember 2018.

    Adapun Direktur Jenderal perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan tengah dikembangkan Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan beberapa moda transportasi umum dengan hunian. Artinya dalam satu simpul itu ada bis umumnya ada juga kereta api atau yang lain," ucalnya seusai acara Ngobrol Tempo di The Breeze BSD, Rabu, 10 April 2019.

    BacaAnies Sebut Ahok Saat Peresmian MRT Jakarta, Ini Reaksi Warga

    Menurut Budi, Kementerian juga membantu kabupaten dan kota dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang nantinya bersinergi dengan MRT untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas. Tapi, sejalan dengan pembangunan infrastruktur transportasi  Kementerian juga berupaya mengedukasi agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.