Anies Mengaku Bersemangat Layani Para Dubes, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di Kereta MRT Jakarta, Selasa 2 April 2019. TEMPO/M. JULNIS FIRMANSYAH

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi di Kereta MRT Jakarta, Selasa 2 April 2019. TEMPO/M. JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jakarta adalah kota penugasan favorit bagi para duta besar dari berbagai negara. Anies mengungkapkannya usai bertemu dengan 40 duta besar dari Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

    Baca: 
    Anies Janji Buat Trotoar Kemang Seperti di Sudirman-Thamrin

    "Jadi kalau tanya diplomat, negara mana yang mereka ingin ditugaskan, salah satu mereka yang paling tertarik adalah Indonesia. Indonesia adalah salah satu harapan," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 11 April 2019.

    Melihat antusiasme itu, Anies mengaku bertambah semangat melayani para duta besar di Jakarta. Menurut Anies, duta besar adalah satu saluran informasi ke dalam negeri mereka masing-masing.

    ADVERTISEMENT

    Pertemuan Anies dengan para duta besar merupakan pertemuan rutin yang ia adakan setahun sekali. Pertemuannya dengan 40 dubes hari ini merupakan gelombang kedua pada tahun ini. Selasa lalu, di gelombang pertama, Anies bertemu dengan para dubes dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik. 

    Baca:
    Banjir Cawang, Begini Anies dan Ketua Fraksi PDIP Saling Sindir

    Dari hasil pertemuan dengan dubes hari ini, Anies mengatakan di antaranya menjalin kesepakatan rencana kegiatan perdagangan antara Jakarta dari Cile. Ia mengatakan Pemprov DKI akan memfasilitasi hal itu lebih jauh lagi. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.