Ahmad Dhani Dihalangi Temui Wartawan, Pengacara: Ingin Dibungkam

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ahmad Dhani (kiri) mengenakan blangkon dalam sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019. ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

    Terdakwa Ahmad Dhani (kiri) mengenakan blangkon dalam sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019. ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, menyatakan bakal membuat perhitungan kepada jaksa yang berbuat tidak adil terhadap kliennya. Bahkan, terdakwa ujaran kebencian itu sempat dihalangi saat ingin memberikan keterangan kepada wartawan.

    Baca juga: Sehari Menjelang Pencoblosan, Anies Baswedan ke Pulau Sebira

    "Tindakan kejaksaan berlebihan. Saya mensinyalir Ahmad Dhani ingin dibungkam untuk interaksi dengan masyarakat," kata Hendarsam seusai mengajukan penangguhan penahanan Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 15 April 2019.

    Sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik atas terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis 11 April 2019, sempat diwarnai keributan.

    Hal itu terjadi usai Dhani menjalani penundaan sidang pembacaan tuntutannya di Ruang Cakra PN Surabaya. Keluar ruangan, Dhani nampak hendak memberikan keterangannya terhadap awak media, namun hal itu dihalangi oleh jaksa pengawal. 

    Ketua Tim Kuasa Hukum Dhani, Aldwin Rahadian Megantara, mengatakan bahwa tindakan jaksa kepada kliennya itu adalah perlakuan yang berlebihan. Aldwin menyebut, pentolan band Dewa 19 itu sebenarnya hanya ingin memberikan tanggapan kepada jurnalis yang menanyakan soal penundaan sidangnya hingga dua pekan ke depan.

    Menurut Aldwin, keributan itu bahkan dipicu dari sikap oknum petugas kejaksaan yang memperlakukan kliennya seperti napi teroris. Aldwin pun mengaku akan melawan hal itu. 

    Sedangkan Hendarsam mensinyalir juga ada upaya untuk membendung suara Ahmad Dhani yang selama ini vokal. Padahal, Kejaksaan Negeri Surabaya semestinya tidak punya kewenangan untuk melarang Ahmad Dhani bersuara, baik dari luar maupun dalam tahanan.

    "Apalagi status Ahmad Dhani adalah tahanan pinjaman Kejari Surabaya," ucap Hendarsam.

    Baca juga: 682 Kotak Suara Pemilu 2019 Rusak Terendam Banjir di Bogor

    Tim penasihat hukum Ahmad Dhani, kata dia, telah mendata para jaksa yang bertindak refresif dan berlebihan kepada kliennya. "Dua hari lagi akan kami tindak. Mekanisme dari internal kami akan ke komisi kejaksaan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.