KPU Akui Banyak Warga Kabupaten Bogor Belum Terima Undangan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja makan siang saat istirahat setelah melipat surat suara Pemilu 2019 di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 7 Maret 2019. Menjadi kabupaten yang memiliki Daftar Pemilih Tetap terbanyak se-Indonesia yakni sebanyak 3.415.593 orang sesuai hasil pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan (DPTHP-1), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) KPU Kabupaten Bogor, menjadi tanggung jawab tersendiri bagi masyarakat yang diperbantukan secara lepas tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Pekerja makan siang saat istirahat setelah melipat surat suara Pemilu 2019 di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 7 Maret 2019. Menjadi kabupaten yang memiliki Daftar Pemilih Tetap terbanyak se-Indonesia yakni sebanyak 3.415.593 orang sesuai hasil pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan (DPTHP-1), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) KPU Kabupaten Bogor, menjadi tanggung jawab tersendiri bagi masyarakat yang diperbantukan secara lepas tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, mengakui, masih banyak masyarakat yang belum menerima formulir C6 atau undangan hingga malam sebelum hari pencoblosan. Tapi dia menepis kekhawatiran karenanya. 

    Baca:
    682 Kotak Suara Rusak Terendam Banjir di Bogor Tak Akan Ganggu Pemilu

    “C6 itu kan hanya undangan, jadi kalau pun tidak dapat, warga masih berhak untuk datang,” kata Ummi, Selasa 16 April 2019.

    Ummi mengatakan, masyarakat tetap bisa memilih dengan membawa KTP atau formulir A5 sesuai TPS yang sudah ditentukan. Seperti diketahui KTP elektronik bisa digunakan oleh sebagai pengganti undangan untuk mereka yang sudah terdaftar dalam DPT tapi hanya di TPS yang sesuai alamat dalam KTP.

    Sedang formulir A5 sudah harus diurus sebelumnya untuk kepindahan TPS warga bersangkutan. “Datang saja,” kata Ummi meyakinkan.

    Simak pula : 
    Banjir Rendam Kotak Suara di Kabupaten Bogor, Nasib Surat Suara?

    Ummi mengatakan, data pemilih terbagi tiga yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Total pemilih tetap di Kabupaten Bogor sebanyak 3.472.622 jiwa, tambahan sebanyak 16.000 dan khusus 30.019 jiwa.

    “Untuk DPT bisa mencoblos sejak pukul 07.00 hingga 13.00, sedangkan untuk DPTb dan DPK sejak pukul 12.00 hingga pukul 13.00,” kata Ummi menambahkan.

    Petugas Hansip mencari logistik Pemilu 2019 yang masih bisa diselamatkan akibat terkena banjir di Gedung GOR Serbaguna, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 April 2019. Sedikitnya 800 kotak surat suara Pemilu 2019 rusak akibat banjir yang menjebol tembok Gedung GOR Serbaguna. ANTARA

    Ummi mengatakan, bagi pemilih di DPTb dan DPK diminta datang tidak lewat dari pukul 13.00 WIB. Hanya ada dua syarat warga yang boleh mencoblos di atas pukul 13.00 WIB, yakni sedang menunggu giliran untuk memberikan suara dan telah dicatat kehadirannya dalam formulir C7 DPT-KPU, C7 DPTb-KPU dan C7 DPK-KPU. “Itu sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019 pasal 46 ayat 1,” kata Ummi.

    Baca:
    Butuh 15 Ribu TPS. Kabupaten Bogor yang Terbesar dan Paling Rawan

    Wildan Hidayat (42), warga Ciampea, Kabupaten Bogor, mengatakan, dirinya termasuk yang belum mendapat Formulir C6. Dia beserta puluhan tetangga sekitarnya di Perumahan Griya Salak Asri mengeluhkan yang sama. “Saya sudah sebelas tahun tinggal di sini, tapi nama saya dan istri saya tidak pernah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT),” kata Wildan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.