Ada Gerbang Bentuk Hati, TPS Ini Punya Pelaminan Pengantin

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unik, tingkatkan partisipasi pemilih, TPS 11, Kelurahan Sukahati, Cibinong, Bogor dihias ornamen pesta resepsi pernikahan, Rabu 17 April 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Unik, tingkatkan partisipasi pemilih, TPS 11, Kelurahan Sukahati, Cibinong, Bogor dihias ornamen pesta resepsi pernikahan, Rabu 17 April 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor – Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11 di Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, dibuat berbeda dengan ribuan TPS di wilayah itu. TPS yang letaknya tak jauh dari Kantor Bupati Bogor tersebut terbilang unik dan mewah.

    Baca juga:
    Pencoblosan Hari Ini, Pemilih di TPS RSCM Diprediksi Membeludak

    Panitia pemungutan suara setempat menghias TPS itu bak tenda resepsi pernikahan. Ornamen serba putih, lengkap dengan pelaminan dua kursi dan panitia yang berperan sebagai sepasang pengantinnya. 

    Didalam TPS disediakan empat bilik suara. Sebelumnya, di mulut tenda, mereka sudah disambut ornamen berbentuk hati. Masyarakat yang sedang mengantre pun disediakan tempat duduk untuk menunggu berdampingan layaknya tamu undangan pernikahan.

    Unik, tingkatkan partisipasi pemilih, TPS 11 Kelurahan Sukahati, Cibinong, Bogor, dihias ornamen pernikahan, Rabu 17 April 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Diketahui, TPS yang memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) 207 jiwa tersebut juga menjadi lokasi Bupati Bogor Ade Yasin dan keluarga memberikan hak suaranya. Dijadwalkan, Bupati Bogor akan mencoblos di TPS tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

    Baca juga:
    Didakwa Sebar Hoax, Bagaimana Ratna Sarumpaet Mencoblos Hari Ini?

    Ketua KPPS TPS 11, Abdul Halim, mengatakan, desain dan pembuatan TPS tematik itu merupakan inisiatif warga sekitar RT02/03 guna meningkatkan partisipasi pemilih. “TPS ini dibuat dengan menggunakan dana sukarela dari warga,” kata Halim di lokasi, Rabu 17 April 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.