Pakai Baju Putih ke TPS, Anies Nostalgia Pilkada 2017

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta keluarganya tiba di TPS 60 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta keluarganya tiba di TPS 60 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak anggap istimewa setelan baju putih yang dikenakannya dan keluarga ketika datang ke TPS hari ini, Rabu 17 April 2019. Anies anggap bernostalgia dengan masa Pilkada DKI 2017.

    "Rasanya memang dari dulu. Ingat tidak ketika pilkada pakai baju apa nyoblosnya? Putih. Jadi bukan sesuatu yang baru, dari dulu kita selalu nyoblos baju putih," ucap Anies saat masih berada di TPS 60 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019.

    Anies menuturkan, untuk hari ini, dirinya mengikuti anjuran kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk ke TPS mengenakan baju putih. Dari pantauan Tempo, Anies beserta keluarganya datang ke TPS memakai baju putih.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencelupkan tinta di tiga jarinya usai mencoblos di TPS 60 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Anies, sang istri Fery Farhati Ganis, serta dua anaknya Mutiara Annisa Baswedan dan Mikail Azizi Baswedan kompak mengenakan kemeja putih dan celana jeans biru. Sementara saudara laki-laki Anies, Abdillah Rasyid Baswedan dan ibunda, Aliyah Rasyid, memilih kemeja putih dengan bawahan celana hitam.

    "Kita tahu bahwa saat ini anjuran menggunakan baju putih dari dua-duanya, kita gunakan baju putih itu," ucap Anies.

    Sebelumnya, capres inkumben Joko Widodo alias Jokowi mengimbau pendukungnya ke TPS mengenakan baju putih. Kubu seberangnya pun menyerukan yang sama. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.