Pemilih Disabilitas Mental Nyoblos, Dikasih Permen Agar Tenang

Reporter

Editor

Ali Anwar

Warga binaan penyandang disabilitas mental di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Cengkareng, Jakarta Barat usai mencoblos dalam Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta - Warga binaan disabilitas mental di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Cengkareng, Jakarta Barat, menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2019. Warga binaan mengisi bilik-bilik suara di tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang tersedia di dalam panti.

Baca juga:Penyandang Gangguan Jiwa di Bekasi Nyoblos, Siapa Pilihan Mereka?

Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Maria Margaretha mengatakan para penyandang disabilitas mental di sana sudah diperiksa oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (SpKJ) satu per satu sebelum diizinkan untuk memilih.

"Kita punya warga binaan 834 orang, tapi yang lolos di DPT (daftar pemilih tetap) 492," kata dia di lokasi, Rabu, 17 April 2019.

Maria berujar, warga binaan panti yang lolos sebagai DPT terdiri dari 328 laki-laki dan 164 perempuan. Di sana, para penyandang disabilitas menghuni enam wisma. Masing-masing wisma memiliki lima pendamping atau biasa disebut penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

Saat pencoblosan, kata dia, pemilih disabilitas mental harus didampingi oleh PJLP yang sehari-hari merawat mereka. Jika di dampingi oleh orang asing, warga binaan tidak akan menurut untuk memilih. "Misalnya, saya ini, nggak mau dia ngikutin," kata Maria.

Maria mengatakan, selama pemilihan tadi, para pendamping juga harus menjaga emosi pemilih disabilitas agar tetap stabil atau tidak marah-marah. Salah satu caranya, seperti yang dilakukan Maria juga, adalah memberikan reward berupa permen.

"Habis milih dikasih permen, atau sambil nunggu kasih permen. Kalau terlalu lama menunggu kasihan, mereka bisa marah," kata pemilik gelar dokter gigi itu.

Maria menambahkan, warga binaan juga harus makan siang tepat waktu yaitu pukul 11.30 WIB. Pemilihan sendiri berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Jika terlambat, ujar Maria, warga binaan bisa marah.

Sepanjang pemilihan tadi, ujar Maria, penyandang disabilitas mental relatif mengerti prosedur pencoblosan. Khususnya, ketika memilih presiden dan wakil presiden yang hanya menyediakan dua pilihan gambar. "Tapi kalau DPRD, DPR, DPD itu kan per nama ya, sulit," kata dia.

Baca juga: Pasien RS Jiwa Grogol Sulit Mencoblos Pemilu 2019, Ini Kendalanya

Petugas TPS 223 yang ada di dalam panti, Sulthan Iqbal Syahreza berujar, sebagian besar pemilih disabilitas mental memahami cara pencoblosan. Namun, ada juga yang kebingungan ketika sudah berada di bilik. "Paling kita tanya, kamu mau pilih yang mana, dia nunjuk salah satu gambar, yaudah kita bantu arahkan," kata dia.






Bantu Penyandang Disabilitas Ungkapkan Rasa Sakit dengan Buku Bergambar AAC

42 hari lalu

Bantu Penyandang Disabilitas Ungkapkan Rasa Sakit dengan Buku Bergambar AAC

Komunikasi bisa jadi kendala bagi para penyandang disabilitas untuk mengungkapkan berbagai rasa sakitnya. Ini salah satu solusinya.


Kemenkumham Terbitkan Peta Jalan Pokja P5HAM Bagi Disabilitas Mental Psikososial

5 Desember 2022

Kemenkumham Terbitkan Peta Jalan Pokja P5HAM Bagi Disabilitas Mental Psikososial

Pokja P5HAM menjadi penting karena persepsi masyarakat terhadap penyandang disabilitas mental sangat memprihatinkan.


Alasan Pentingnya Bunga Iris Bagi Advokasi Penyandang Disabilitas Mental Psikosial

3 Desember 2022

Alasan Pentingnya Bunga Iris Bagi Advokasi Penyandang Disabilitas Mental Psikosial

Bunga Iris memiliki makna yang sangat penting bagi pergerakan advokasi penyandang disabilitas mental psikososial.


Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

2 Desember 2022

Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

Dari pantauan PJS di beberapa panti penyandang disabilitas mental di Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa, pemasungan masih banyak dilakukan.


Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

21 November 2022

Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

Perludem menyebut tak mudah mengusut kasus suap politik. Dulu sempat viral soal dugaan suap di Pemilu 2019, tapi isu itu menguap.


Perindo Targetkan Kursi Parlemen Dua Digit, Hary Tanoesoedibjo Minta Arahan Jokowi

7 November 2022

Perindo Targetkan Kursi Parlemen Dua Digit, Hary Tanoesoedibjo Minta Arahan Jokowi

Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo akan menargetkan partainya memperoleh kursi parlemen sebanyak 2 digit pada Pemilu 2024.


Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO Terbitkan Pedoman Penghapusan Stigma

19 Oktober 2022

Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO Terbitkan Pedoman Penghapusan Stigma

Di Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO menerbitkan Laporan Kesehatan Mental sedunia.


Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

7 Oktober 2022

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

21 September 2022

Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

Namun politikus Gerindra ini mengakui, semakin kecil angka urutan partai politik maka akan semakin mudah untuk mengenalkan kepada masyarakat.


Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi: Dipasung, Kemerdekaan Dirampas, dan Alami Pelecehan Seksual

20 September 2022

Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi: Dipasung, Kemerdekaan Dirampas, dan Alami Pelecehan Seksual

Penelusuran Perhimpunan Jiwa Sehat, para penyandang disabilitas mental ini alami pelecehan seksual dan dipasung di panti rehabilitasi.