Kapolda akan Beri Sanksi Polisi yang Intimidasi Wartawan Tempo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) meninjau lokasi Debat Capres 2019 putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jum'at, 29 Maret 2019. Tema debat keempat adalah ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) meninjau lokasi Debat Capres 2019 putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jum'at, 29 Maret 2019. Tema debat keempat adalah ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono bereaksi keras atas intimidasi polisi terhadap wartawan Tempo di Media Center Komisi Pemilihan Umum dini hari tadi.

    BacaWartawan Tempo Diintimidasi Polisi di Media Center KPU

    Dia berjanji menindak tegas polisi di bawah Polda Metro Jaya yang melakukan tindakan tidak sepatutnya tersebut. “Tidak boleh ada main intimidasi kepada wartawan,” katanya kepada Tempo hari ini, Kamis, 18 April 2019.

    Tak hanya itu, Jenderal Gatot Eddy Pramono pun langsung menanyakan nama polisi pelaku intimidasi itu. Informasi tentang identitas pelaku akan digunakan untuk memulai penyelidikan.

    Wartawan Tempo Imam Hamdi diintimidasi polisi yang bertugas di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Kamis dini hari, 18 April 2019. Saat hendak menulis berita di Media Center KPU sekitar pukul 01.30 WIB, Imam diusir dan didorong seorang polisi yang mengenakan kaos Brimob.

    "Anggota Brimob itu mendorong saya dan merampas HP saya," kata Imam. Bahkan, ujar Imam, polisi tersebut sempat mengancam, "Mau gue matiin lu."

    Menurut Imam, peristiwa itu berawal ketika dia masuk ke Media Center KPU sekitar pukul 01.30 WIB. Imam hendak membuat laporan tentang hasil konferensi pers yang diliputnya di Hotel Ritz Carlton. Setelah liputan di Ritz Carlton, Imam mendapat penugasan untuk meliput suasana di gedung KPU.

    Saat memasuki Media Center KPU, sudah ada empat anggota Brimob yang hendak tidur maupun sudah tidur. Lalu seorang polisi menghampiri dan menanyakan identitas Imam. Imam pun menjelaskan bahwa dia adalah wartawan. Tak lama kemudian, polisi tersebut meminta Imam keluar karena mereka mau istirahat di Media Center KPU. Namun, Imam mengatakan bahwa dia bisa menggunakan Media Center itu karena peruntukkannya sebagai balai wartawan.

    Polisi tersebut berkeras agar Imam keluar dari Media Center. Sedangkan Imam mengatakan bahwa dia tidak akan mengganggu polisi yang tidur karena dia ada di Media Center hanya untuk menulis. Mendengar penjelasan Imam, polisi tersebut tetap berkukuh untuk meminta Imam keluar.

    Karena Imam tetap bertahan di Media Center, anggota Brimob tersebut mulai mendorong Imam dan merampas HPnya. "Mereka terus mengancam bahwa mereka bawa senjata. HP saya minta, dan saya terus disuruh keluar," kata Imam.

    Baca juga: Alasan 2.249 TPS Tak Bisa Lakukan Pemungutan Suara di Pemilu 2019

    Menurut satuan pengamanan dalam gedung KPU Adi Purnomo, sebenarnya anggota Brimob memiliki tempat tersendiri untuk beristirahat. "Nanti saya koordinasikan dengan atasan saya agar ke depannya enggak terjadi lagi kejadian seperti ini," kata dia.

    JOBPIE S | SETRI SY | SYAILENDRA P



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.