Ramalan Cuaca, Jakarta Selatan Diguyur Hujan Disertai Petir

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Petir atau Kilat. h2solutionsinc.com

    Ilustrasi Petir atau Kilat. h2solutionsinc.com

    TEMPO.CO, JAKARTA - Menurut ramalan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mayoritas wilayah Jakarta akan diselimuti awan pada pagi hari ini, Jumat, 19 April 2019. Hujan lokal diperkirakan hanya mengguyur wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Keadaan pada siang hari berdasarkan ramalan cuaca bakal berbeda. BMKG lewat situs resminya, bmkg.go.id, menyebut ada potensi hujan lokal di wilayah Jakarta Barat, Pusat, dan Timur, tapi hujan petir di Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan pada waktu yang sama.

    Baca jugaAcara Alumni 212 untuk Prabowo di Monas Belum Berizin

    Kondisi cuaca mulai akan seragam pada malam hari, di mana seluruh wilayah Jakarta akan berawan, kecuali Kepulauan Seribu yang diprediksi turun hujan lokal.

    Dengan kondisi cuaca seperti itu, BMKG memberikan ramalan cuaca bahwa suhu di Ibu Kota akan berkisar 24-32 derajat Celsius dengan kelembapan 85-100 persen. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di Jakarta Selatan dan Timur pada siang dan sore hari.

    BacaAlumni 212 Bakal Aksi Massa Bela Prabowo Kawal KPU di Bundaran HIi

    Sementara itu, untuk wilayah sekitar Jakarta ramalan cuaca BMKG menyebutkan bahwa cuaca cerah berawan akan menyelimuti Kota Bogor, Depok, dan Bekasi, serta berawan di Tangerang. Hujan dengan intensitas ringan dan lokal diramalkan baru turun pada siang hari nanti di wilayah-wilayah tersebut. BMKG juga memperingatkan potensi hujan disertai petir antara siang menjelang malam di wilayah Bogor.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.