Satu Lagi Panitia di TPS Kabupaten Bogor Meninggal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota KPPS memastikan titik pencoblosan surat suara pada penghitungan hasil pemilihan Calon Legislator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di TPS 05 Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 17 April 2019. Penghitungan surat suara untuk Pileg di TPS tersebut masih terus berlangsung hingga malam hari. ANTARA/Basri Marzuki

    Anggota KPPS memastikan titik pencoblosan surat suara pada penghitungan hasil pemilihan Calon Legislator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di TPS 05 Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 17 April 2019. Penghitungan surat suara untuk Pileg di TPS tersebut masih terus berlangsung hingga malam hari. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Bogor – Satu lagi warga Kabupaten Bogor yang bertugas sebagai panitia di TPS meninggal saat menunaikan tugasnya. Rusdiono (60), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, meninggal setelah pingsan usai mengantar surat suara ke kantor kecamatan.

    Baca berita sebelumnya:
    Ketua PPS di Bogor Meninggal Saat Pantau TPS

    Anggota Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) Bojonggede, Sukarta Wijaya, mengatakan, Rusdiono meninggal pada Kamis malam 18 April 2019, atau sehari setelah pemilu serentak digelar. Kabar meninggalnya Rusdiono diketahui panitia di tingkat kecamatan pada Jumat siang 19 April 2019.

    “Paginya almarhum masih bertugas mengantar kotak suara untuk didistribusikan ke tingkat PPK,” kata Sukarta, Jumat 19 April 2019.

    Sukarta mengatakan, belum mengetahui pasti penyebab meninggalnya Rusdiono. Menurutnya, terakhir kali ditemui pada Rabu 17 April, Rusdiono disebutkannya dalam kondisi sehat. Saat itu Sukarta sedang memantau TPS-TPS termasuk ke TPS 97 Pabuaran.

    Baca juga:
    Dua Panitia TPS di Bekasi Meninggal Karena Serangan Jantung dan ...  

    "Saat itu beliau tidak tampak pucat atau lemas gitu, biasa aja, malah banyak tanya, 'Pak kalau gini bagaimana, bagaimana'," kata Sukarta.

    Komisioner Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Herry Setiawan, mengatakan Rusdiono meninggal saat proses Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) masih berlangsung. Dia menduga penyebabnya, kelelahan. 

    Herry menuturkan, proses penghitungan hasil suara di TPS-TPS berjalan hingga malam karena banyak yang harus direkapitulasi. Belum lagi penulisan berita acara yang harus detil dan teliti. "Sehingga tak sedikit petugas KPPS yang lalai terhadap kondisi badan apalagi sekarang cuaca sedang tak menentu,” kata Herry.

    Baca juga:
    Usai Coblosan Pemilu 2019, Ini Harap Sederhana PKL dan Sopir Ojol

    Sebelumnya, Ketua KPPS di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Jaenal (56 tahun) juga meninggal diduga karena sebab yang sama. Ketua KPPS di TPS 09 itu meninggal pada Rabu sore.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.