Alasan Ketua BPP DKI Prabowo-Sandi Yakin Salah Input C1 Disengaja

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saksi dari partai politik peserta Pemilu Serentak 2019 mencatat hasil rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2019. Penghitungan suara akan dilakukan dari tingkat TPS, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi hingga rekapitulasi tingkat nasional oleh KPU. ANTARA/Nova Wahyudi

    Saksi dari partai politik peserta Pemilu Serentak 2019 mencatat hasil rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2019. Penghitungan suara akan dilakukan dari tingkat TPS, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi hingga rekapitulasi tingkat nasional oleh KPU. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) DKI Jakarta Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik, meminta Badan Pengawas Pemilu menelusuri laporannya terkait kesalahan input data formulir C1 dari tempat pemungutan suara 93 di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur.

    Taufik meyakini kesalahan tersebut disengaja. Sebabnya, suara pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dikempeskan. Sedangkan, suara pasangan Joko Widodo-Maruf Amin digelembungkan.

    Baca : Prabowo Sandi Adukan KPU DKI ke Bawaslu, Salah Data Disengaja?

    "Kami lihat ini disengaja," kata Ketua DPD Gerindra DKI itu saat dihubungi, Minggu, 21 April 2019.

    Taufik menuturkan berdasarkan hasil di formulir C1 pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan 162 suara. Sedangkan, Jokowi-Amin 47 Suara.

    Namun, saat diinput di sistem perhitungan suara KPU, suara Prabowo-Sandi berkurang menjadi 56 dan suara Jokowi-Amin naik jadi 180. "Masak salah input yang satu dikurangi yang satu dinaikan angkanya. Ini bukan tidak disengaja," ujarnya.

    Sejauh ini, kata dia, BPP DKI Prabowo-Sandi baru melaporkan satu masalah tersebut ke Bawaslu. BPP saat ini masih menghimpun dugaan kecurangan lain. "Sekarang baru satu dilaporkan. Tapi bukan karena jumlahnya," ujarnya. "Ini agar menjadi perhatian."

    Menurut Taufik, banyak penyelenggara pemilu di TPS kurang memahami regulasi dalam Pemilu 2019. Alhasil, kata dia, jadi terdapat banyak pelanggaran di banyak TPA.

    Baca juga : Hari Ini KPU DKI Sempat Terhenti Kirim Formulir C1, Ada Apa?

    "Bimbingan teknis kepada mereka kurang. Jadi banyak yang tidak paham," ucapnya. "Makanya pelaksanaan yang sekarang terlihat amburadul," Taufik mengungkap keprihatinan

    Ketua Advokasi dan hukum BPP Prabowo-Sandi, Yupen Hadi, mengatakan, mereka menolak pernyataan yang disampaikan KPU bahwa kesalahan input data itu adalah kesalahan manusia.

    "Kami menolak dalil yang disampaikan KPU bahwa ini adalah human error. Karena kami menolak dalil itu makanya kami melaporkan ke Bawaslu untuk diperiksa apakah ini adalah humah error atau ada unsur kesengajaan," kata dia, di Kantor Bawaslu DKI di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, 20 April 2019.
    Simak juga :

    BPP Prabowo-Sandi Adukan KPU Diduga Salah Masukkan Data Form C1

    Ia mengatakan, ada lima daerah dengan pola yang sama yaitu penambahan suara terhadap pasangan calon 01 dan pengurangan terhadap pasangan calon 02. Hal itulah yang menjadi dasar pelaporan BPP Prabowo-Sandi ke Bawaslu DKI Jakarta.

    Laporan BPP DKI Prabowo-Sandi telah diterima oleh Sentra Gakkumdu Bawaslu DKI Jakarta dengan nomor laporan 017/LP/PP/Prov/12.00/IV/2019.

    IMAM HAMDI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.