USBN di Depok Diikuti 483 SD, Tahun Ini Sistem Soal 3 Kategori

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru pedamping membacakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada murid berkebutuhan khusus di SD Inklusi Betet I, Kota Kediri, Jawa Timur, 3 Mei 2018. USBN yang wajib diikuti oleh siswa reguler dan juga siswa berkebutuhan khusus tersebut sebagai syarat tamat belajar. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Seorang guru pedamping membacakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada murid berkebutuhan khusus di SD Inklusi Betet I, Kota Kediri, Jawa Timur, 3 Mei 2018. USBN yang wajib diikuti oleh siswa reguler dan juga siswa berkebutuhan khusus tersebut sebagai syarat tamat belajar. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Depok - Pada hari ini, 483 Sekolah Dasar sederajat di Kota Depok Jawa Barat siap melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ujian digelar selama 3 hari, sejak 22 hingga 24 April 2019.

    Baca: PPDB Tangsel Kacau, Kepala Sekolah: Nilai USBN Juga Banyak Salah

    Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Sada berharap ujian bisa berjalan lancar dan para siswa dapat mengerjakan soal dengan baik.

    Ia mengatakan ada yang berbeda pada pelaksanaan ujian tahun ini, salah satunya pembagian sistem soal dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu soal utama, cadangan, dan susulan.

    "Pembagian soal tersebut bertujuan agar pelaksanaan USBN berjalan efektif," ujar Sada.

    Dengan adanya perubahan kebijakan, kategori soal dalam satu kelas tidak lagi berdasarkan paket A, B, atau C.

    "Soal utama dikeluarkan pada 22 hingga 24 April 2019. Adapun cadangan, sifatnya apabila ada lembar soal yang rusak," tambahnya.

    Siswa yang tidak bisa mengikuti USBN pada hari ini karena alasan mendesak, semisal sakit, dapat mengikuti ujian susulan. Pelaksanaan ujian susulan dilaksanakan pada 26, 29, dan 30 April 2019.

    Baca: Pulang dari Amerika, Anies Baswedan Tinjau USBN di SD Johar Baru

    Ujian sekolah ini, baik utama atau susulan pada tingkat SD dan sederajat, kedua jenis soalnya berbeda. Tetapi, indikatornya sama. "Kita rekap dulu per mata pelajaran, berapa yang tidak ikut USBN di masing-masing sekolah. Mengenai lokasi ujian susulannya, akan diinfokan dalam waktu dekat ini," lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.