Caleg PSI di DKI: Antikorupsi dan Diskriminasi Dongkrak Suara

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Caleg DPRD DKI Jakarta Permaswari Wardani dari PSI menunjukkan komik karyanya, Kamis, 21 Maret 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Caleg DPRD DKI Jakarta Permaswari Wardani dari PSI menunjukkan komik karyanya, Kamis, 21 Maret 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon anggota legislatif atau caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Permaswari Wardani mengaku lega partainya bisa lolos ke Kebon Sirih, kawasan yang menjadi alamat untuk Gedung DPRD DKI. Perempuan berusia 38 tahun ini dikenal berkampanye tentang isu ibu kota lewat komik-komik kreasinya sendiri.

    Baca:
    Hitung Cepat Loloskan ke DPRD DKI, Ini Janji PSI ke Anies

    Menurut Imas, sapaannya, suara PSI sebagai partai anyar cukup diperhitungkan di ibu kota. Hal itu, kata dia, berkat kerja keras seluruh simpatisan, kader, caleg maupun pengurus partai. Selain platform partai yang antikorupsi dan menolak diskriminasi minoritas.

    "Semangat antikorupsi dan diskriminasi itu yang membuat warga ibu kota banyak menjatuhkan pilihannya ke PSI," kata Imas, Minggu 21 April 2019.

    Bukan hanya di Jakarta, lulusan Arsitektur Universitas Trisakti itu menilai banyak warga di kota lain memilih PSI karena mereka lebih siap menerima perubahan sistem. Menurut Imas, suara partainya melempem di daerah karena mereka banyak yang lebih sesuai dengan sistem parlemen lama.

    Baca juga:
    Kisah Caleg DPRD DKI: Tak Bagikan Amplop Dibilang Pelit

    "PSI bawa metode kampanye door to door, benar-benar nggak kasih uang, hanya APK (alat peraga kampanye)," ujarnya. "Jadi PSI tidak populer di daerah pelosok."

    Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie dalam Festival 11, Kamis 11 April, 2019 di Jiexpo, Jakarta. Tempo/ Fikri Arigi.

    Imas masih menunggu perolehan suara PSI yang ada di daerah pemilihannya: Kecamatan Cilandak, Kebayoran, Pesanggarahan, dan Setiabudi. Imas berharap, kalau bukan dirinya, ada caleg PSI lain yang terpilih mewakili dapilnya. 

     

    Imas berajanji, terpilih atau tidak, dirinya akan terus berkontribusi untuk PSI dan warga DKI. Salah satu yang bakal dilakukan Imas adalah terus membuat komik untuk pendidikan politik dan kebijakan publik yang bermanfaat untuk masyarakat.

    Baca berita sebelumnya: 
    Partai Oposisi Anies Klaim Tetap Solid Usai Pileg

    "Saya akan lanjutkan membuat komik-komik buat edukasi warga tentang sampah dan masalah lainnya meski tidak terpilih," ucapnya.

    Selain itu, Imas juga bakal bekerja keras membantu PSI untuk menghadapi pemilu lima tahun mendatang untuk mendongkrak suara di daerah. "Saya akan membantu memperkuat relawan dan kader-kader di daerah dan pelosok. Jadi PSI tidak hanya dikenal di kota-kota besar saja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.