UNBK di DKI, Kepsek SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Keluhkan Jaringan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Bulungan, Jakarta, Senin, 1 April 2019. ANTARA

    Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Bulungan, Jakarta, Senin, 1 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Timur Rudin mengeluhkan jaringan internet yang sempat mati dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari Rabu.

    Baca: Tinjau UNBK, Bupati Tangerang Janji Tambah Lab Komputer Sekolah

    "Seperti barusan ketika mendekati selesai mengerjakan soal mendadak jaringan off," kata Rudin di sela-sela penyelenggaraan UNBK, Rabu siang, 24 April 2019.

    Rudin mengatakan teknisi dan proktor selalu berkoordinasi tentang informasi-informasi dari pusat.

    “Jadi meski tidak membawa ponsel, tapi kita selalu koordinasi ke luar dengan teknisi dan proktor, jadi tugasnya pengawas bisa memotivasi anak dan menenangkan siswa kalau secara nasional sedang off,” ujar Rudin.

    Rudin mengatakan SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Timur sudah mengikuti program UNBK ini sejak pertama kali pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan UN.

    Siswa juga tidak pernah ada yang mengeluh kesulitan dengan sistem UNBK. “Keluhannya paling siswa itu stres mikirin gimana kalau mati lampu, gimana kalau jaringannya mati, tapi selama ini Alhamdulillah di sekolah kita dapat diselesaikan,” tambahnya.

    Baca: Kepsek SMP Al Azhar Rawamangun Sebut UNBK Tahun Ini Lebih Aman

    Rudin juga menilai, UNBK sangat efektif dibandingkan dengan UNKP. Selain itu, Rudin juga berpendapat, Ujian Nasional merupakan metode untuk mengukur kemampuan siswa secara nasional. “Yang jelas tolak ukurnya harus ada, evaluasi belajar tahap akhir memang perlu, cuma bentuknya apa kayak EBTANAS atau UN itu tidak masalah,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.