Sidang Ratna Sarumpaet, Alasan Jaksa Hadirkan Saksi Ahli Bahasa

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kiri), mendengarkan keterangan dari Dahnil Anzar saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.Selain Dahnil Anzar, Jaksa Penuntut Umum rencananya menghadirkan dokter sekaligus musisi Teuku Adifitrian alias Tompi, dan akademisi Rocky Gerung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet (kiri), mendengarkan keterangan dari Dahnil Anzar saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.Selain Dahnil Anzar, Jaksa Penuntut Umum rencananya menghadirkan dokter sekaligus musisi Teuku Adifitrian alias Tompi, dan akademisi Rocky Gerung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah saksi ahli akan dihadirkan dalam sidang Ratna Sarumpaet pada hari ini, salah satunya ahli bahasa. 

    Baca: Rocky Gerung: Unsur Keonaran di Kasus Ratna Sarumpaet Terpenuhi

    Menurut Jaksa Penuntut Umum Darue Trisadono, ahli bahasa tersebut berasal dari Pusat Bahasa, yaitu Wahyu Wibowo. "Ya kami juga mendatangkan ahli bahasa," ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 25 April 2019. 

    Darue menambahkan ahli bahasa itu akan menjelaskan arti dari keonaran yang menjadi salah satu unsur pidana dalam kasus Ratna Sarumpaet. Aktivis itu didakwa menyebarkan berita bohong yang menyebabkan terjadinya keonaran.  

    "Kami datangkan ahli bahasa sebagai saksi agar tidak ada perbedaan presepsi terhadap pasal yang didakwakan, seperti arti dari keonaran," ujarnya. 

    Darue menyebutkan selain ahli bahasa pihaknya juga menghadirkan ahli lainnya, mereka adalah tersebut adalah ahli sosiologi Trubus, ahli pidana Metty Rahmawati, serta ahli forensik digital Saji Purwanto. 

    Baca: Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini, Empat Saksi Ahli akan Dihadirkan

    Dalam perkara ini, Ratna Sarumpaet didakwa dengan dua pasal, yaitu pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. Dan pasal 28 ayat 2 juncto 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.