Pembacokan Anggota FBR, Polisi Masih Kejar Pelaku Lain

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi dan Ketua FBR Luthfi Hakim memberikan keterangan soal pembacokan anggota FBR di Twin Hotel, Jakarta Barat, Kamis 25 April 2019. TEMPO/Wira Utama

    Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi dan Ketua FBR Luthfi Hakim memberikan keterangan soal pembacokan anggota FBR di Twin Hotel, Jakarta Barat, Kamis 25 April 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain dalam kasus pembacokan anggota FBR, Muhammad Usen.

    "Kami masih mengejar lagi pelaku-pelaku lain," kata Hengki saat ditemui di Twin Plaza Hotel, Kamis, 25 April 2019.

    Baca: Empat Pembunuh Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

    Polisi sebelumnya telah menangkap empat tersangka pembunuhan Muhammad Usen di Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren di Kampung Ambon pada Rabu, 24 April 2019. "Pelaku ditangkap di Kampung Ambon," kata Hengki.

    Salah satu dari empat tersangka dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas dalam proses penangkapan. "Salah satu pelaku kita adakan tindakan tegas, karena pada saat dilakukan penangkapan kita temukan alat-alat kejahatan untuk melakukan penganiayaan," kata Hengki.

    Baca: Pembacokan di Daan Mogot, Panglima FBR Minta Anggota Tahan Diri

    Mohammad Usen dibacok dengan senjata tajam oleh orang tidak dikenal di gardu FBR, Jalan Daan Mogot 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Selasa dini hari, 23 April 2019. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma, namun nyawanya tidak tertolong.

    Selain mengejar pelaku, Hengki mengatakan polisi masih mendalami kasus pembacokan anggota FBR tersebut. "Kita masih dalami motif apa di balik ini, masih banyak kemungkinan. Mudah-mudahan tidak jauh dari apa yang kita perkirakan," kata dia.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.