Sungai Cisadane Sempat Meluap, Begini Tangerang Tangani Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir luapan sungai Cisadane merendam kawasan perumahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, di Kota Tangerang, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    Banjir luapan sungai Cisadane merendam kawasan perumahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, di Kota Tangerang, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    TEMPO.CO, Tangerang -Sebanyak lima kecamatan dengan total 781 KK menjadi korban banjir di Kota Tangerang akibat sungai Cisadane meluap dan Pemkot Tangerang langsung bertindak menangani bencana tersebut.

    Kelima kecamatan yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang itu adalah Kecamatan Cibodas, Karawaci, Pinang dan Neglasari dan Tangerang.

    Baca : Banjir Sungai Cisadane, Ratusan Warga Pesona Serpong Terdampak

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyatakan informasi pada hari Kamis 25 April 2019 pukul 24.00 Bendungan Batu Belah di Bogor ketinggian air 7,45 meter.

    "Itu siaga satu. Air masuk Kota Tangerang pukul 04.00, kami bergerak mengecek ke lokasi banjir sehabis subuh, tapi koordinasi sejak tengah malam,"kata Arief ditemui wartawan di Pintu Air Bendung Pintu 10, Jumat sore, 26 April 2019.

    Alhasil karena kiriman air itu debit air Sungai Cisadane pun naik sehingga membanjiri pemukiman penduduk dan sejumlah ruas jalan.

    "Petugas membuka empat pintu air dan ditambah lagi dua sehingga ada enam pintu dibuka, termasuk pintu air di Kali Sipon,"kata Arief.

    Suasana Kantor Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang yang terendam banjir, akibat luapan sungai Cisadane, Jumat, 26 April 2019. TEMPO/Ayu Cipta

    Dengan dibukanya pintu air maka mengurangi genangan. Pihaknya kata Arief bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum.

    Kepala bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang Felix Mulyawan mengatakan sejak Kamis malam pegawai kelurahan dan kecamatan sudah memberitau warga agar antisipasi, serta menerjunkan petugas ke lokasi banjir (BPBD, Satpol PP, Dinsos, Dinkes, PU, Dishub).

    "Kami bergerak cepat Wali Kota Arief yang memimpin langsung koordinasi siaga banjir,"kata Felix.

    Banjir di Kota Tangerang ini terjadi karena bendungan Batu Belah Bogor tak mampu menampung air sehingga mengakibatkan naiknya ketinggian Sungai Cisadane yang mengalir ke Kota Tangerang.

    Simak juga :

    Sungai Cisadane Meluap, Banjir Landa Kota Tangerang dan Karawaci

    Dari lima kecamatan itu terdapat enam titik genangan air rata-rata 30 hingga 1,5 meter. Keenam titik genangan air itu berada di Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas, Kelurahan Kedaung Wetan, Kedaung Baru, dan Selapajang Kecamatan Neglasari, Kelurahan Sukajadi Kecamatan Karawaci, dan Panunggangan Utara Kecamatan Pinang serta di Kelurahan Babakan Kecamatan Tangerang.

    Tercatat ada sekitar 781 KK yang terdampak banjir luapan sungai Cisadane tersebut, dengan ketinggian air rata-rata 30 cm sampai 1,5 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.