Viral Jalur Puncak Macet Karena Longsor, Ini Penjelasan Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penutupan jalur Puncak, Kabupaten Bogor, 7 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup selama 10 hari ke depan mulai tanggal 6 Februari 2018. ANTARA

    Suasana penutupan jalur Puncak, Kabupaten Bogor, 7 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup selama 10 hari ke depan mulai tanggal 6 Februari 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Polres Bogor menegaskan isi pesan viral di media sosial bahwa jalur Puncak macet parah akibat sejumlah bencana yang terjadi akhir pekan ini adalah tidak benar. Pernyataan ini terkait peristiwa longsor di tiga titik lokasi di Kecamatan Megamendung.  

    "Itu hoax dan sudah dijawab oleh Kasat Lantas sampai saat ini Puncak tidak ada macet parah seperti yang beredar di media sosial," kata juru bicara Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena, melalui pesan singkat, Sabtu 27 April 2019.

    Menurut Ita, bencana tanah longsor terjadi di tiga titik Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor pada Kamis lalu. Mereka tersebar di Desa Megamendung, Desa Cipayung Girang, dan Desa Cipayung Datar.

    Tanah longsor di Desa Megamendung mengakibatkan tiga rumah tertimbun. Sedangkan di Desa Cipayung Girang tebing jalan longsor, selain jembatan dan empat rumah hanyut terbawa arus sungai yang debitnya melonjak tajam.

    Terakhir, bencana di kawasan jalur Puncak pada Kamis lalu adalah di Desa Cipayung Datar menyebabkan satu akses jalan kampung tak bisa dilewati dan tiga rumah terkena reruntuhan pohon. "Secara keseluruhan tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materi secara keseluruhan belum bisa ditafsirkan," kata Ita.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.