Pansus Wagub DKI, Sekretaris DPRD DKI: Bola di Gerindra dan PDIP

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat pimpinan gabungan yang membahas soal Wagub DKI di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana rapat pimpinan gabungan yang membahas soal Wagub DKI di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Dewan DPRD DKI M Yuliadi mengatakan, hampir seluruh fraksi telah mengusulkan nama untuk menjadi anggota panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur atau Wagub DKI Jakarta.

    Menurut dia, fraksi terakhir yang mengirimkan nama adalah Demokrat-PAN pada pekan lalu. "Tinggal tunggu usulan dari fraksi Gerindra dan PDIP," kata dia kepada Tempo, Senin, 29 April 2019.

    Baca : Banjir di Jakarta, Begini Solusi Calon Wagub DKI Ahmad Syaikhu

    Pada Maret 2019, anggota DPRD DKI sepakat membuat pansus pemilihan wagub untuk menggantikan Sandiaga Uno. Pansus itu dibentuk berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri. Anggota pansus merupakan perwakilan fraksi-fraksi di DPRD. Mereka aka bertugas membuat tata tertib serta membentuk panitia pemilih.

    Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Syarif mengaku belum mengirimkan calon untuk pansus. Menurut dia, Fraksi Gerindra belum melaksanakan rapat. "Mungkin baru minggu depan," kata dia.

    Sudah tujuh bulan kursi wakil gubernur DKI kosong pasca Sandiaga memutuskan diri maju sebagai calon presiden mendampingi Prabowo Subianto.

    Simak juga :
    Sandiaga Uno Jadi Wagub DKI Lagi, Kenapa PKS DKI Sebut Mubazir

    Pencarian sosok pengganti oleh dua partai pengusung yakni PKS dan Gerindra sempat alot. Kedua partai akhirnya menyepakati Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai pilihan pendamping Anies Baswedan.

    Ahmad Syaikhu meminta anggota Dewan mempercepat pemilihan Wagub DKI. Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 itu menilai, beban Gubernur Anies semakin berat menyusul berlarut-larutnya proses pemilihan wagub. "Dengan berlarutnya proses pemilihan wagub, maka beban kerja gubernur semakin berat," ujar dia di Bekasi, Ahad, 28 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.