Atasi Banjir Jakarta, Anies akan Bangun Banyak Kolam Retensi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasca banjir yang melanda Jakart akibat luapan Sunga Ciliwung, pekan lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampangi Walikota Bogor Bima Arya mengunjungi Bendung Katulampa, Senin, 8 Februari 2018.

    Pasca banjir yang melanda Jakart akibat luapan Sunga Ciliwung, pekan lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampangi Walikota Bogor Bima Arya mengunjungi Bendung Katulampa, Senin, 8 Februari 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan membangun lebih banyak kolam retensi untuk mengendalikan debit air dari hulu yang mengalir menuju Jakarta.
     
    "Pak Bima Arya (Wali Kota Bogor) dalam pertemuan kita tahun lalu juga melihat perlunya kolam-kolam retensi, yang nanti akan dibangun lebih banyak lagi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 29 April 2019.
     
     
    Anies mengatakan pembangunan kolam retensi dibutuhkan untuk mengendalikan debit air yang masuk ke wilayah pesisir. Menurut dia, banjir yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah pesisir Jakarta karena limpahan air dari hulu ke pesisir.
     
    Hal tersebut, kata Anies, membuat seolah banjir banyak terjadi di Jakarta, padahal daerah lain pun mengalami banjir. "Tapi kenyataannya Bekasi mengalami (banjir), Tangsel mengalami, Tangerang mengalami (banjir), karena kita semua ada daerah pesisir," ujarnya.
     
     
    Anies pun mengatakan perlunya pengendalian banjir di wilayah hulu sebab hujan turun di sana dan mengalir ke ibu kota. "Pemprov DKI nanti akan bekerjasama dengan pemda di wilayah sana," kata dia.
     
    Saat ini, Dinas Sumber Daya Air sedang dalam proses mencari tempat-tempat baru untuk pembangunan waduk dan kolam retensi. Dinas akan bekerjasama dengan pemerintah kota Bogor dan pemerintah Kabupaten Bogor. "Dan saya sangat mengapresiasi Walikota Bogor yang dengan program-program yang kita jalankan bersama berjalan baik sekali," kata Anies.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.