Hari Buruh 1 Mei, Polda Kerahkan 25 Ribu Personel Jaga Istana

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI dan Polri mengikuti Apel Patroli Skala Besar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Ahad, 14 April 2019. Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan dua institusi tersebut dalam menjaga keamanan masyarakat sampai ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Anggota TNI dan Polri mengikuti Apel Patroli Skala Besar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Ahad, 14 April 2019. Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan dua institusi tersebut dalam menjaga keamanan masyarakat sampai ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan mengerahkan 25 ribu personel gabungan untuk menjaga peringatan Hari Buruh pada Rabu 1 Mei 2019. Pengamanan akan difokuskan di Istana Negara dan Istora Senayan.

    Baca:  Hari Buruh 1 Mei, Prabowo Dijadwalkan Berpidato di Stadion GBK

    "Untuk pengamanan May Day ada 1.500 personil gabungan untuk aksi di Istora Senayan dan 25.000 personil gabungan untuk kegiatan May Day di Istana Negara," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya Jakarta Selatan, Senin 29 April 2019. 

    Argo mengatakan diperkirakan 30 ribu hingga 40 ribu massa akan terlibat dalam peringatan Hari Buruh di wilayah DKI Jakarta. 

    Argo menyebutkan peringatan Hari Buruh kemungkinan akan digelar di beberapa titik lain di Jakarta. Polres hingga Polsek setempat pun sudah diimbau untuk melakukan pengamanan. 

    Selain itu kata Argo, kepolisian juga akan merancang rekayasa atau pengalihan lalu lintas untuk menghindari kemacetan. 

    Baca: Siap-siap, Polda Metro Menerima 14 Izin Demonstrasi Hari Buruh

    Argo mengatakan setidaknya, Polda Metro Jaya telah menerima 14 Izin pemberitahuan aksi oleh sejumlah serikat buruh. Dia mengimbau agar peringatan Hari Buruh 1 Mei atau May Day berjalan dengan tertib dan disambut dengan hal-hal positif. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.