Hampir Sebulan, Mayat Perempuan di Jagorawi Belum Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayat perempuan hamil yang ditemukan di jalur masuk Tol Jagorawi arah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Ahad, 7 April 2019 belum teridentifikasi hingga saat ini.

    Baca: Pesan Terakhir Pembunuh Perempuan di Parkiran Sebelum Bakar Diri

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan belum ada masyarakat yang melapor kehilangan saudara, tetangga atau kerabat perempuannya dengan ciri-ciri seperti perempuan hamil tersebut.  

    "Sampai saat ini belum ada," kata Argo di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa, 30 April 2019.

    Menurut Argo, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, serta membuat sketsa dan memberikan ciri-ciri mayat itu. Informasi tersebut juga telah disebarkan ke media sosial polisi dan media massa.

    "Kalau ada dari masyarakat yang merasa kehilangan saudaranya, famili, tetangga silakan lapor ke pihak Kepolisian," kata dia.

    Sebelumnya, polisi merilis ciri-ciri korban seperti memiliki tahi lalat kecil di bawah kuping sebelah kanan, luka kebakar bekas knalpot di betis sebelah kanan dan gigi depan patah kecil agak hitam.

    Mayat perempuan hamil yang diduga berusia antara 20-25 tahun itu memiliki tinggi badan 160 cm, berat 65 kg, rambut lurus dan kuning langsat. Saat ditemukan, wanita tersebut mengenakan baju warna hijau muda putih bermotif garis-garis dan celana legging hitam dengan lis merah.

    Sebelumnya, Kapolsek Makassar Komisaris Lindang Lumban menduga wanita itu merupakan penghuni apartemen atau orang rumahan. Alasannya, mayat perempuan itu bersih dan terawat.

    Baca: Mayat Perempuan di Tol Jagorawi, Usia Kandungan Sudah 9 Bulan

    Berdasarkan hasil autopsi, mayat perempuan itu diduga tewas dibunuh karena adanya luka terbuka di dahi korban dengan ukuran panjang 6 cm dan lebar 5 cm. "Korban diperkirakan telah tewas lebih dari 24 jam saat ditemukan," ucap Lindang saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu 10 April 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.