Banjir di Kompleks Samudera Indonesia Akibat Tanggul Bocor

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan rembesan air Kali Baru Barat membuat banjir di Kompleks Samudera Indonesia, Pasar Minggu, pada Senin malam, 29 April 2019, sekitar pukul 22.00 WIB. Holi memastikan tidak ada tanggul yang jebol di kawasan itu, melainkan rembes alias bocor.

    "Sudah ditutup pakai karung pasir. Nanti kalau kali surut (tanggul) ditutup permanen," kata dia kepada Tempo, Selasa, 30 April 2019.

    SimakMendekati Musim Hujan 129 Kelurahan di DKI Rawan Banjir

    Dalam unggahan akun Instagram Suku Dinas SDA Jakarta Selatan yang dikirimkan Holi Susanto terlihat petugas membersihkan dan menyemprot lumpur akibat banjir di Kompleks Samudera Indonesia dengan alat jettie compie. Dalam postingan oleh @sudin.sdajaksel juga dijelaskan bahwa kondisi rumah di komplek tersebut lebih rendah dari aliran Kali Baru.

    Yayan, warga Kompleks Samudera Indonesia, mengatakan banjir terjadi pada Senin malam lalu sekitar pukul 22.00. Perumahan pun terendam air sungai hingga setinggi 30 sentimeter. Menurut dia, itu terjadi karena jalan longsor lalu air kali masuk ke perumahan lewat tanggul.

    "Tapi sekitar pukul 04.00 sudah bisa diatasi. Pasukan Oranye dan Biru membantu membereskan," ucapnya kepada Tempo, Selasa malam, 30 APril 2019. 

    BacaCegah Banjir, Warga Bantaran Kali Krukut Minta DKI Bangun Turap

    Adapun Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Buana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Ridwan Ibrahim, pun menyatakan tak ada tanggul jebol. "Bukan tanggul jebol tapi rembesan dari tanggul."

    Dia menuturkan kondisi di Kompleks Samudera Indonesia setelah banjir telah normal. Banjir dan lumpur di kawasan itu sudah ditangani oleh petugas dari prasarana dan sarana umum (PPSU) dan Suku Dinas SDA.

    M. YUSUF MANURUNG | JOBPIE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.