Warga Asing Gantung Diri di Bandara, Ini Keterangan Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evakuasi warga asing yang ditemukan tewas gantung diri di pohon di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 1 Mei 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Evakuasi warga asing yang ditemukan tewas gantung diri di pohon di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 1 Mei 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan mengatakan masih menyelidiki kasus kematian seorang warga asing karena gantung diri. Warga asing diduga asal Timur Tengah itu dievakuasi sudah dalam kondisi kaku dari atas pohon di taman di Teminal 3.

    Baca berita sebelumnya:
    Warga Asing Ditemukan Gantung Diri di Bandara Soekarno-Hatta

    "Kami masih mengumpulkan data dan informasi untuk penyelidikan dan pendalaman," ujar Viktor saat dihubungi, Rabu 1 Mei 2019.

    Petugas Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta mengevakuasi dan memeriksa jenazah warga asing yang ditemukan gantung diri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 1 Mei 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Viktor mengatakan polisi masih mencari latar belakang pria yang berdasarkan isi dokumennya berwarga negara Iran itu. Termasuk apakah keberadaannya sendiri atau dalam kelompok. "Kami masih mengumpulkan informasi," kata dia.

    Dari lokasi gantung diri hanya ditemukan sebuah koper hitam berisi pakaian dan identitas korban. Dari identitas itu diketahui nama Garavand Iraj berusia 39 tahun dan warga negara Iran. Sejumlah identitas seperti paspor dan tiket pesawat ditemukan dalam koper.

    Petugas Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Sir Jhon Tanjung menjelaskan, peristiwa gantung diri diketahui pukul 6.45 wib. Saat itu tubuh yang tergantung sudah kaku. "Perkiraan sudah enam jam," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.