May Day 2019, Alasan Massa Buruh Gotong Boneka Gurita Raksasa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa buruh menggotong boneka gurita raksasa dalam peringatan May Day di Jalan Jenderal Sudirman, 1 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Massa buruh menggotong boneka gurita raksasa dalam peringatan May Day di Jalan Jenderal Sudirman, 1 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Massa buruh yang merayakan Hari Buruh Sedunia atau May Day sempat membawa boneka gurita raksasa dengan topi bermotif bendera Amerika Serikat di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 1 April 2019.

    Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Ilham Sah mengatakan sengaja membuat boneka gurita raksasa sebagai perlambangan bahwa kapitalisme telah mencengkeram dunia.

    Baca : Ikut May Day ke Istana, Puluhan Buruh Mogok Freeport Bawa Ini

    "Lambang Amerika Serikat itu simbol kapitalismenya. Gurita melambangkan cengkramannya sudah tersebar di seluruh Indonesia," kata Ilham saat ditemui.

    Menurut Ilham, sistem kapitalime terbukti telah gagal menyejahterakan buruh. Hal itu juga terlihat dengan sistem kapitalisme yang ada di Indonesia. "Yang kaya hanya pemilik. Sedangkan kami buruh tetap sengsara," ujarnya.

    Ilham menuturkan dalam May Day tahun ini, berbagai serikat buruh menuntut untuk bertemu presiden di Istana Negara. Namun, polisi masih menghadang pergerakan mereka di Jalan Jenderal Sudirman untuk menuju Istana Negara.

    Simak juga :
    Dua Jurnalis Foto Dianiaya Polisi Saat Meliput May Day di Bandung

    "Kami hanya mau lewat Bundaran HI untuk menuju Istana. Kami melakukan aksi damai dan tidak mau rusuh," ucapnya tentang aksi May Day pagi dan siang tadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.