Banjir Jakarta, Anggota DPRD DKI Sarankan Anies dan Ahok Bertemu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Syarif berpendapat agar Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu dengan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dengan begitu, mereka dapat mendiskusikan ihwal Ibu Kota, termasuk penanganan banjir.

    "Mestinya kedua belah pihak gubernur dan mantan gubernur duduk bareng," kata politikus Partai Gerindra ini saat dihubungi, Kamis sore, 2 Mei 2019.

    Baca: Anies Telah Putuskan Lokasi Naturalisasi Sungai, Yakni ..

    Syarif menanggapi Anies dan Ahok yang saling merespons pernyataan mengenai banjir di Jakarta. Ahok menyebut, di era kepemimpinannya dulu, biasanya ranting dan sampah akan menutupi saringan air ketika hujan turun. Karena itu, Ahok dulu meminta agar alat berat ditaruh dekat saringan air sebagai antisipasi banjir.

    Selain itu, pompa harus dihidupkan di waktu yang tepat. Jika terlambat, maka debit air hujan terlanjur besar sehingga berpotensi banjir. Pasukan oranye dan biru pun harus siap berkeliling.

    Menanggapi ini, Anies mengutarakan, pompa air kebanyakan ditempatkan di pusat dan utara Jakarta. Sementara banjir yang terjadi belakangan ini mayoritas melanda wilayah timur dan selatan. Contohnya di sekitar Jatinegara, Kampung Pulo, dan Klender.

    Baca: Ahok Bahas Teknis Banjir Jakarta, Ini Jawaban Anies

    Persoalan banjir Jakarta kembali menyita perhatian sejak Jumat, 26 April 2019. Di Jumat pagi, banjir melanda sejumlah titik Ibu Kota. Curah hujan yang tinggi di wilayah Bogor sejak 25 April 2019 malam ditenggarai sebagai sebab banjir di DKI. Banjir Jakarta kali ini bahkan menyebabkan dua orang meninggal dan ribuan warga mengungsi.

    Menurut Syarif, Ahok tak ingin membandingkan kinerjanya dengan Anies. Eks gubernur itu hanya memberikan saran.

    Syarif menambahkan ada program Ahok yang harus dilanjutkan dan dikoreksi Anies. Salah satu program perlu dilanjutkan adalah pembangunan pompa air, khususnya di kawasan pinggiran Jakarta. "Misalkan untuk pluit, kawasan-kawasan pinggiran itu kan memang harus ada pompa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.