Polisi Masih Cari CCTV Vandalisme Pagar Transjakarta Saat May Day

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh mengikuti aksi peringatan Hari Buruh Internasional 2019 (May Day) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019. Dalam aksi peringatan May Day 2019 ini para buruh menuntut pencabutan PP 78/2015 tentang upah dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ribuan buruh mengikuti aksi peringatan Hari Buruh Internasional 2019 (May Day) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019. Dalam aksi peringatan May Day 2019 ini para buruh menuntut pencabutan PP 78/2015 tentang upah dan meningkatkan kesejahteraan para buruh di Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi masih menyelidiki kasus vandalisme alias perusakan gerhadap pagar pembatas dan separator halte Transjakarta Tosari yang terjadi pada saat peringatan Hari Buruh atau May Day, pada Rabu, 1 Mei 2019 lalu.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah video terkait kejadian itu. “Tim saat ini sedang bergerak menyelidiki. Sampai sekarang masih bekerja,” ujar Argo di kantornya pada Jumat, 3 Mei 2019.

    Baca : Vandalisme Saat May Day, Anies Baswedan: Silakan Proses Hukum

    Selain itu, polisi juga masih mencari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar halte tersebut. Harapannya, polisi dapat mengidentifikasi identitas pelaku lewat tekaman tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI soal CCTV itu,” ucap Argo.

    Sebelumnya, PT Transjakarta melaporkan perusakan pagar dan separator di tengah perayaan May Day di Jakarta tersebut ke Polda Metro Jaya. Pihak Transjakarta menyerahkan pengusutan tersebut kepada pihak kepolisian.

    Diketahui, kericuhan kecil terjadi dalam aksi peringatan Hari Buruh atau May Day 2019 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, yang mengakibatkan pagar pembatas Halte Bus Transjakarta Tosari rusak.

    Kericuhan tersebut disebabkan oleh massa yang berusaha menerobos barikade polisi, Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

    Akibatnya, aksi saling dorong tak terhindarkan, polisi bertahan dengan tamengnya menghindari amukan massa pada saat May Day 2019. Aksi saling dorong itu itu merembet ke vandalisme berupa perusakan pagar Halte Transjakarta Tosari.

    Simak juga :
    Gesekan Massa May Day dan Polisi Membuat Pagar Transjakarta Rusak

    Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki kerusakan pagar halte Tosari serta membersihkan coretan di separator Transjakarta. Dia memastikan, karyawan Transjakarta yang tergabung dalam serikat pekerja tak terlibat dalam aksi perusakan dan vandalisme aset publik saat May Day tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.