Main Perosotan, Bocah Tewas Tenggelam di Kanal Banjir Timur

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menebar jala di aliran Banjir Kanal Timur yang tercemar limbah busa di kawasan Marunda, Jakarta, 23 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Warga menebar jala di aliran Banjir Kanal Timur yang tercemar limbah busa di kawasan Marunda, Jakarta, 23 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anak tewas tenggelam di Kanal Banjir Timur di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat sore, 3 Mei 2019. Fatah, nama anak tersebut, berusia sekitar delapan tahun dan sesaat sebelumnya sedang bermain perosotan di dinding turap kanal dekat pintu air bersama dua temannya. 

    Baca juga:
    Bocah Hanyut di Kali Ciliwung Ditemukan di Laut Kepulauan Seribu

    "Anak tersebut terpeleset saat main perosotan, lalu tercebur dan tenggelam di kanal," kata Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaeman saat diminta konfirmasi, Jumat malam ini, 3 Mei 2019. 

    Gatot menuturkan ketiga anak tersebut tercebur semua, tetapi dua bisa menyelamatkan diri karena bisa berenang. Sedangkan, korban langsung tenggelam.

    Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang menerima laporan peristiwa itu menerjunkan 15 personel untuk mencari korban. Pada pukul 17.40, atau sekitar 30 menit dari laporan peristiwa tenggelam, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan tidak bisa diselamatkan. "Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi," ujarnya.

    Baca juga:
    Ciliwung Meluap, Warga Cililitan Kecil Bandingkan Banjir 2013

    Pekan lalu, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur juga melakukan pencarian bocah hanyut di Kali Ciliwung. Fikri, juga berusia delapan tahun, terseret arus sungai itu yang debitnya sedang tinggi.

    Bocah itu baru ditemukan dua hari kemudian. Dilaporkan hanyut  dan tenggelam di Kebon Pala Tanah Rendah RT15 RW8 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, jasadnya ditemukan di laut tenggara Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.